It Hurt

It Hurt

Author  : Fadhila Fayuci (@fadhilafayuci)

Title       : It’s Hurt

Length  : Ficlet

Rating   : G

Cast       :

  • Choi Sooyoung
  • Shim Changmin
  • Sandeul (lee jun hwa)
  • Park hee yeon

Other    :

  • You can fond in this story

Nb: tulisan yang dicetak miring adalah isi hati pemain

Happy Reading~~~

Sooyoung pov

Entah kenapa akhir-akhir ini…, aku merasa tidak bersemangat , satupun kerjaan yang kulakukan pasti hasilnya akan sia-sia.

“huft…………..” aku menarik napas panjang dan menelungkupkan wajah ku. Aku tak mendengarkan minho , ketua kelas yang sedang mengoceh untuk festival budaya.

“oii ada yang mengajukan diri jadi kandidat kelas tidak………?”teriak minho. Tiba-tiba tanganku ditarik oleh seseorang.

“ADA….”

“aku dan sooyoung akan menjadi komite festival budaya” ujar changmin semangat. Mwo….? Kenapa harus aku.

Bagaiman aku yang diusulkan oleh changmin , aku saja belum pernah rapat , aish changmin ini ada-ada saja.

“baiklah sudah diputuskan kala komite festival budaya dari kelas ini adalah changmin dan sooyoung” kata minho. Ya ampun minho kenapa setuju lagi >,<

Eh….

Eh…

Eh….

“sooyoung… rapat para perwakilan kelas untuk festival budaya dimulai besok ya…” ujar Rae ri

“ne.. arasoe.., gomawo rae ri” kataku.

Aku memutar kursiku ke kursi sahabatku , park hee yeon.

“padahal kamu bisa saja menolaknya kan” ujar hee yeon

“ne..”

“hee yeon aa, sandeul mencarimu” teriak rae ri.

“mian soo aa , aku pergi dulu~~” ujar hee yeon

“iii ya,…”

Setiap pulang sekolah banyak yeoja yang menunggu namjachingu untuk pulang bersama, bagi orang sepertiku yang tidak mempunyai pacar ini , membuatku merasa tidak nyaman.

Paling tidak dengan adanya rapat besok , aku bisa mengalihkan perasaan seperti ini yang sangat membuatku merasa tidak nyaman.

“aku harus berterima kasih kepada changmin” seruku.

——————–

“hari ini kita akan membahas tentang peralatan-peralatan yang akan digunakan oleh masing-masing kelas , mohon tiap kelas memberikan penjelasan peralatan-peralatan tersebut dan jangan lupa untuk menulis surat izin” jelas soo man songsaenim

“NGROOOOOK”

Aish changmin kenapa tidur segala di rapat komite festival budaya , padahal ini kan baru hari pertama rapat >,< , batinku

Selesai rapat , changmin mengajak ku ke balkon sekolah. Jujur aku tak pernah kesana , karena dilarang oleh hee yeon.

“indah kan…” seru changmin tersenyum

“ne.. sangat indah…, ngomong-ngomong , changmin itu sama sekali tidak ada karakter untuk menjadi komite ya…” sindirku

“benar juga ya.., kalau dipikir aku tidak pernah menjadi komite untuk acara-acara seperti ini ya..” katanya santai.

“kalau begitu kenapa kamu mengajukan diri…?”

“mungkin untuk membuat suatu kenangan”

“hah apa-apaan sih kamu.. mmm catnya..”

Tak sengaja aku melihat hee yeon dan sandeul  sedang berpacaran. Pipi hee yeon yang bersemu merah dan tawa bahagia yang meliputi wajah sandeul membuatku sedikit iri. Sebenarnya aku tidak menyukai sandeul, tapi.. entahlah

“ada apa…?” Tanya changmin padaku

“ani… tidak ada apa-apa…”

“sooyoungie…” katanya

“eh..”

“ayo kerjakan lagi!!! , kalau tidak cepat diselesaikan. Nanti kita tidak bisa pulang loh” ujar changmin mengingatkan

“ah.. ne…”

Menjadi sibuk seperti ini tidak buruk juga

——————–

sooyoung pov

“yeobseyo… sooyoungie” kata hee yeon

“yeobseyo…”

“sepertinya kerejaanmu kamu repot juga ya…”

“iya .. karena itu aku jadi tidak bisa temani kamu menunggu sandeul”

“akh tidak apa-apa kok. Kalau kamu butuh bantuan bilang saja ku aku ya..” ujar hee yeon semangat. Aku tersenyum

“iya.. gomawo…”

“akh mian.., ada telepon masuk sepertinya dari sandeul. Tunggu sebentar ya…” kata hee yeon sedikit gugup.

“ah aku juga mau mandi dulu nih. Aku tutup ya….”

“jangan bohong yang bener? Kalau begitu sampai besok ya”

Tit…..

“aku bohong” lirihku

begini lebih baik bukan, sendiri dan sendiri. Mungkin aku akan menjadi yeoja yang kesepian.

——————–

“eh.. sooyoung.., changmin benar-benar mengerjakan tugasnya nggak..?” Tanya cornissone.. padaku

“iya kok”

“bohong sulit dipercaya” ujar rae ri yang berada disebelah cornissone

“aku yakin dia sering kabur kan” desak cornissone

“hahhahah , ternyata”

“apa makusd kamu “ternyata”? Tanya changmin yang tiba-tiba muncul dibelakangku.

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa, kau ini bikin aku terkejut saja”

“selain rapat aku melakukan tugasku dengan sungguh-sungguh kok” bela changmin sambil menggembungkan pipnya.

Dia sungguh cute , akh sooyoung ada apa denganmu, batinku

“justru kalau kamu tidur saat rapat itulebih gawat” celetuk rae ri

“aish.. kalian ini” sungut changmin kesal , karena merasa dipojokkan

“hihihi sudah-sudah.., changmin bukannya kamu ingin minta aku ajari kamu cara minta surat izin” kataku pada changmin

“akh ne…, kalau begitu kita ke balkon yuk” ajak changmin , dia menarik tanganku.

—————

“oke.. pamphlet kita sudah selesai dibuat” ujarku senang

“kita yang pertama selesai, sudah lama kita tidak pulang cepat ya..” kata changmin

“iya.. iya..”

Masih jam segini…, aku belum ingin pulang aku tidak mau.

“ayo kita pulang..” ajak changmin

“anu… bagaimana kalau aku yang mengerjakannya” tawarku

“YANG BENAR SAJA” teriak changmin shock..

“punyaku juga ya.., tinggal setengah kok”

“aku…. Juga..”

“punyaku juga…”

“boleh serahkan saja padaku” ujarku

“makasih lain kali pasti balas kebaikanmu”

“semuanya jadi pulang deh..” ujar changmin

“aku sendirian juga tidak apa-apa kok , changmin pulang saja”

”tidak kok, aku bantu deh , lagi pula aku kan juga anggota komite festival budaya”

“aaa terima kasih changmin” kataku , tak sadar aku memelukknya.

“eh.. mian” ujarku menunduk malu

“gwenchana…”

“aku tahu kamu tidak ingin kembali kekelas kan…?” Tanya changmin

Eh kenapa dia tahu isi hatiku , padahal aku belum mengatakan apa-apa padanya , tapi kenapa dia bisa tahu.

“ehhh”

“aku selalu memperhatikanmu loh , jadi aku tahu kamu , setiap hari kamu selalu saja kesepian dikelas itu”

Memperhatikanku..? sejak kapan , kenapa aku tidak tahu..?

“dan sekarang kamu legakan menjadi komite festival budaya” lanjut changmin

“bukan begitu ko’ , lagi pula….”

Changmin mengusap-usap pelan rambutku

“kamu terlalu bersabar bukan……?”

Dibilang bersabarpun , walaupun aaku mengatakan yang sesungguhnya pasti tidak akan ada yang berubah, aku tidak bisa mengatakannya.

——————————-

Sooyoung pov

“sooyoung…” panggil hee yeon

“eh.. hee yeon, kukira kamu sudah pulang , ada apa..?”

“sudah lama kita tidak pulang bersamakan ya..”

“ah tapi sandeul bagaimana? Tidak apa-apa?” uajrku mengingatkan padanya tentang sandeul , namjachingunya.

“sepertinya disuda pulang duluan”

“oh begitu ya..”

“mm itu , mian sooyoung … padahal aku sudah berjanji di hari ulang tahunmu , tapi ternyata sandeul sibuk latihan klub dan Cuma hari itu aku dan sandeul bisa pergi jalan denganku…..” ujar hee yeon menundukan wajahnya

Entah kenapa …, perasaanku sedihku berubah menjadi kesal sangat kesal….

“ tidak apa-apakan ya? Kalau sama sooyoung kita kan bisa pergi kapan saja” ujar hee yeon sambil tertawa.

“kapan saja itu.., memangnya kapan??” uajrku

“soo.. young..?”

“mian.., aku masih banyak kerjaan” uajrku bohong

———————-

Aku berlari ke balkon sekolah dengan air mata membasahi wajahku , air mata ini terus mengalir deras , tak bisa berhenti

“dasar tukang bohong.., kalau pekerjaan bukankah sudah selesai semua..?” Tanya changmin

“……………………..”

Aku tetap diam, tak menjawab pertanyaan changmin

“padahal hee yeon sudah datang menjemputmu , apa yang kamu lakukan sih…?”

Kalau aku pulang bersamanya , aku pasti akan banyak mengatakan hal-hal yang menyakitkan dia., sebagai gantinya lebih baik aku menangis sebentar. Aku menjadi benci diriku sendiri

“mian changmin.., aku pulang dulu, annyeong ^^”

Changmin pov

Yeoja yang kusuka selalu seperti itu

Aku tahu dia kesepian , tapi bukannya ada aku , kenapa dia tak pernah merasakannya ?

Padahal aku sudah berencana untuk menyatakan perasaanku kepadanya

Hmm tapi…

Baik.., sekarang aku tak memikirkan itu dulu , aku akan menyatukan sooyoung dan hee yeon

——————–

Sooyoung pov

“sooyoung.. kemaren maaf ya…” ujar hee yeon

Aku tidak ingin kamu minta maaf

“bukan begitu.., mian sekrang aku tidak mau membicarakannya” uajrku dan berlalu meninggalkannya yang tengah terdiam

Aku juga tidak marah padamu

Kata-kata yang tidak bisa kukatakan menjadi semakin bertamabah

ruang rapat

“eh sudah jam segini..” ujarku

“changmin kamu baik ya…” lanjutku pada changmin yang sedang bermenung

“eh… “

“sudah waktunya pulang loh” kataku

“ne…, kalau sooyoung , apa kamu juga bukan orang baik” Tanya changmin

“aku…, aku sudah mengatakan hal-hal buruk kepada hee yeon , tidak mungkin aku bukanorang yang baik”

“padahal kamu selalu mendukung hee yeon kan?”

“sampai sekarang pun aku selalu mendukung dia, tapi………”

“tapi apa..?” Tanya changmin penasaran

“pulang sendiri…, tidak bisa ikut bergabung , ternyata sedih ya…”

“itu kamu bisa mengatakan yang kamu rasakan”

“eh”

“perasaan kamu yang sesungguhnya, akhirnya bisa kamu ungkapkan” kata changmin tersenyum lebar, entah kenapa sejak changmin mulai dekat denganku , aku menjadi tenang dan tidak merasa kesepian lagi

“changmin….”

“kalau hee yeon , tadi aku lihat dia baru saja pulang , kamu pasti bisa mengejarnya” teriak changmin

“iya…………”

———————-

Padahal kami selalu bersama , ini pertama kalinya kami berjalan di jalan yang berbeda, tapi aku malan meninggalkan hee yeon.

“hee yeon.., mianhe jeongmal miane” ujarku

“sooyoungie…”

“aku kesepian, aku merasa kesepian kalau berpisah denganmu, padahal aku ingin selalu mendukungmu. Tapi entah kenapa hatiku terasa sakit sekali.aku berpikir karenaaku iri saja , karena aku tidak emngerti aku juga tidak bisa mengatakan apa-apa”

“sooyoung….”

“aku selalu mendukung kamu dan sandeul, walaupun aku bukan orang no. 1 yang paling kam sayang juga tidak apa-apa, paling sekali-sekali , aku ingin kita pulang bersama”

“apa aku egois” lanjutku

“tidak kok, aku juga Cuma hanya memikirkan diriku saja. Mianhe aku tidak sadar” ujar hee yeon menyesal.

“iya……..”

Terkadang dalam persahabatan kita harus saling mengungkapkan perasaan kita ya, sebab kita akan selalu berubah

——————–

Changmin pov

“changmin aa,” panggil sooyoung

“ne waeyo…?”

“gomawo atas segalanya , karena kamu aku dan hee yeon bisa berbaikan , jeongmal gomawo chinguya….” Ujar sooyoung menundukan kepalanya

“eh tidak kok”

Aku menjadi grogi , apakah sekarang aku bisa menyatakannya ?

“kalau begitu perayaan ulang tahunmu dengan hee yeon diganti hari lain” ujarku

“iya betuk kok kamu tahu sekali ya….????”

“kaalu ebgitu bagaimana kalau dihari ulang tahunmu itu, kita pergi bersama ya…” ujarku

“hah….”

Suatu saat itu mungkin akan segera terjadi

THE END

Mainhe jeongmal mianhe.. *bow

Kayaknya ff ini rada2 nggak nyambung deh dan lagi mungkin reader pada nggak ngerti ff ini kan??

Eh iya… author ada ff baru , ttapi di blog ini weloveshikshin.wordpress.com

Jangan lupa coment >,<

Gomawo ^^

 

 

10 thoughts on “It Hurt

  1. Waaah chinguuu manteeebh, bkin sequelny donk kn changsoony lu jdian..
    Chinguu complicated heartny donk, ud ga sbaran nie brewokan nungguny huhuuuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s