YoonBum And SiFanny Love Story

Title       : Yoonbum and SiFany Love Story

Author : Fadhila FayuCi (@fadhilafayuci)

Pairing  : Yoona/kibum and Siwon/Tiffany

Other    :

  • Changsoo

Sebelum baca ini , liat proloqnya dulu yaa CHOOSE

Happy reading

Author pov

“annyeong semua….” Sapa Tiffany kepada teman-teman kantornya yaitu Sooyoung , Jessica dan Yoona sambil menyunggingkan senyuman khasnya. , eye smile tepatnya.

“ada apa??” kata Jessica yang tampak bersemangat, sedangkan Sooyoung bekerja sambil makan snack yang tadi dibelikan namjachingunya sebelum dia berangkat kerja. Yoona sibuk membaca proposal yang tebalnya minta ampun.

“Ya!.. kalian tidak mau mendengar ceritaku??” kesal Tiffany sambil memasang tampang jeleknya >,<.  Tapi Sooyoung dan Yoona tetap mengacuhkan Tiffany , walaupun Tiffany sudah memasang tampang yang memang jelek #plak.

“biarkan saja mereka” ujar Jessica yang tampaknya sudah tidak sabar menunggu cerita Tiffany. “Sica.., kau semangat sekali” cibir Sooyoung. Jessica menghiraukan cibiran Sooyoung dan tetap menatap Tiffany.

“aku jadian dengan Siwon oppa” ujar Tiffany riang sambil menyungginkan senyumannya. Sooyoung membelalakan matanya , buku proposal yang sedari tadi Yoona pegang erat langsung terjatuh. “Yoong” desis Sooyoung.

Yoona tiba-tiba tercekat , napasnya tak beraturan , wajahnya memerah dan ingin mengeluarkan air mata. Sooyoung menatap Yoona dalam-dalam , Sooyoung menghela napas panjang dan menepuk bahu yoona pelan. “kau harus kuat,………” bisik Sooyoung merangkul bahu Yoona.

“jinjja..?” Tanya Jessica. Tiffany mengangguk , tanpa menatap ekspresi dari Sooyoung maupun Yoona. “waa chukkae onnie” kata Yoona sambil memeluk Tiffany , sebelumnya Yoona telah melepaskan rangkulan Sooyoung dengan berat hati.

“gomawo saengi…”  ujar Tiffany lembut. Sooyoung mendesah kecil, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi , dia tau Yoona sangat mencintai Siwon oppa dan mendengar hal ini , pasti Yoona akan tersakiti dan saat melihat ekspresi Yoona tadi , Sooyoung merasa sedikit bersalah.

Bagaimana tidak , Sooyoung lah yang mengenalkan Siwon dengan Tiffany dan membuat dua makhluk itu sering dipertemukan. Ada raut penyesalan diwajah Sooyoung. Tapi Sooyoungbingung harus berbuat apa .

“cheonmayo onnie , oh ya aku ke toilet sebentar ya..” balas Yoona sambil tersenyum. Senyuman yang sulit diartikan. Sooyoung mulai berdiri dan meminta izin kepada Jessica dan tiffany untuk menemani Yoona ke toilet.

—————

“Ki Bum…” teriak Siwon.

“hyung.. kau lama sekali menjeputku dibandara , sudah 2 jam aku menunggumu” rutuk Ki Bum sebal dan masuk kemobil Siwon seraya mengerucutkan bibirnya.

Siwon menatap Ki Bum geli. Sepupunya memang selalu seperti anak kecil ,  ia lalu mengikuti Ki Bum masuk kemobilnya. “Mianhe.., Hyung terlambat bangun” ucap Siwon dengan tampang memelas.

“ne.., aku maafkan” ucap Ki Bum akhirnya.

“itu baru adikku” ujar Siwon sambil menoel-noel kepala Ki Bum. Ki Bum meringgis dan mendesah kecil  “aish aku bukan anak kecil algi , hyung”

“Jeongmal..? tapi sifatmu itu masih seperti bocah berumur 11 tahun” ledek Siwon sambil menstartr mobilnya. Ki Bum mencibir. “aku sudah 23 tahun , Hyung ingat itu”

“oh begitu kah” kata Siwon dengan tampan innocent nya. Ki Bum menatap namja yang berstatus ‘sepupu’ nya itu kesal. Padahal hari ini , ia begitu senang karena bisa kembali ke Seoul , untuk menemui seseorang , tapi akibat ledekan dari Siwon ia menjadi kesal sekali.

———–

“yoong ~~aa” teriak Sooyoung saat Yoona ingin ke toilet , Yoona membalikan badan.”ne.. onnie , waeyo?” Tanya Yoona tersenyum. senyum yang dipaksakan terlihat dari wajahnya.

“Yoona , Gwenchana??” Tanya Sooyoung cemas. Dia khawatir dengan dongsaeng yang sangat disayanginya ini. “onnie aku tidak apa-apa” jawab Yoona mencoba tersenyum tulus.

“tapi…”

“akh onie , mian aku harus pergi dulu” ujar Yoona pamit pada Sooyoung, Sooyoung menatap miris Yoona dari jarak jauh  , ia tidak tahu harus berbuat apa lagi. ia tahu kalau Yoona sangat mencintai Siwon , jauh sebelum Tiffany mengenal  Siwon.

“Yoona aa, apa kau tidak sakit hati , melihat Siwon oppa dan Tiffany onnie bersama , bukankah kau sangat mencintai Siwon oppa” teriak Sooyoung. Yoona tidak bergeming  dan masih melanjutkan jalannya.

“aku harus kuat” desis Yoona , tapi kenyataannya , air matanya jatuh sangat deras. Dia segera menghapus air matanya .

—————–

Ki bum pov

“Ki Bum….!” Panggil Siwon hyung yang membuyarkan lamunanku saat aku melihat Seoul tower . Aku memutar bola mataku dan menatap Siwon Hyung tajam. “wae…?” tanyaku kesal.

Orang ini selalu saja mengangguku. Ia tersenyum kecil  seraya menepikan mobilnya.  “apa yang kau lakukan hyung?”

“ hyung harus kekantor sekarang , jadi dengan sangat terpaksa kau harus turun dari mobilku” ujar Swon hyung. Eh..? aish ternyata dugaanku benar.

“mwo… keluar”

“aish aku ada meeting sebentar lagi , akh dan bukankah kau seorang fotographer, disini banyak tempat yang menarik jadi selagi kau cari bus atau taxi untuk pulang kerumah kau bisa mengambil foto didekat sini” jelas Siwon hyung panjang lebar sambil melemparkan kamera ku.

“aish ” rutukku seraya melangkah keluar dari mobil spot putihnya itu. Mobil Siwon hyung melaju jauh meninggalkanku. Aku berputar-putar mencari objek yang menurutku indah samapi kulihat ada satu objek yang sangat indah.

“wah patung…” kataku semangat.

————

Tiffany pov

Apa maksud Sooyoung ? Yoona mencintai Siwon oppa, tapi tadi dia yang paling gembira saat aku mengumukan bahwa aku dan Siwon oppa jadian. Ini sungguh membuatku bingung.

“Sooyoung~aa” panggilku kepada Sooyoung yang baru kembali dari toilet. Kenapa tampangnya begitu kusut , aneh.

“ne.. waeyo onnie??” tanyanya bingung. Aku sedikit gugup untuk bertanya padanya , apa aku harus menanyakannya.

“hmm anu.., apakah Yoona mencintai Siwon oppa..?” tanyaku sedikit gugup. Dia membelalakan matanya , aku tahu dia pasti terkejut.

“onnie.. dari mana kau tahu..?” Tanya Sooyoung. Yup , ternyata dugaanku memang benar 100 % benar , kurasa.

“soo.. please answer my question” ujarku emngeluarkan puppy eyesku. dia menganggukkan kepalanya seraya mengerti apa yang aku mau.”ne..” ucapnya lirih.

“eh.., Soo.., apa aku harus meminta maaf pada Yoona atau memutuskan Siwon oppa sekarang ini” ujarku , aku tahu bagaimana rasanya , bila orang yang kita cintai , mencintai orang lain . dan aku tak mau itu terjadi pada Yoona karena aku sangat menyanyanginya.

“onnie jangan begitu .., aku tidak apa-apa” teriak Yoona yang tiba-tiba datang ketempatku dan Sooyoung. Aku terkejut , begitu pula Sooyoung >,<.

“Yoona~aa  , aku bisa putus dari Siwon oppa, aku tidak mau kau sedih” ujarku lembut sambil tersenyum kearahnya. Ne.., aku harus merelakan Siwon Oppa untuk Yoona.

“onnie.., jangan begitu , aku juga tidak mau onnie menderita seperti ku , aku lebih bahagia apa bila onnie dan Siwon oppa tetap berpacaran” uajr Yoona dan tersenyum.

“Yoona  gomawo” ujar ku dan memeluk Yoona , ia membalas pelukankku. Aku sedikit heran dengan Yoona kenapa ia tak menangis atau merasakan sakit. Kenapa ia bisa tersenyum setulus ini kepadaku. Itu membuatku semakin merasa bersalah. Aigoo.., aku tak mau bila seseorang sakit sementara aku tengah bahagia sekarang.

Tapi ia memintaku untuk tetap bersama Siwon Oppa , aigoo.

——————–

Yoona pov

Kuputuskan untuk mengambil cutiku selama satu minggu , mungkin alasannya karena kejadian kemaren , tapi… well , aku memang tak bisa membantah. Aku sangat sedih telah kehilangan Siwon oppa , tapi aku harus tetap kuat. Aku tak mau menjadi yeoja yang rapuh.

“onniedeul aku pulang dualuan ya…” pamitku sambil tersenyum.

“ne.. hati-hati Yoona, semoga kau cepat sembuh” ujar Sooyoung onnie seraya melambaikan tangannya kearahku. Akh Soo Onnie memang sangat pengertian terhadapku , batinku sambil membalas senyumannya.

Ya.., onnie-onnieku tahu kalau aku cuti karena sakit , tapi itu semua Cuma akal-akalanku saja. Sekarang ini aku ingin melupakan Siwon oppa walau aku tahu itu sangat sulit.

“ne onnie , gomawo” kataku.

Lima belas menit kemudian aku sudah sampai di lift kaca yang membawa diriku turun kelantai dasar gedung perusahaan. aku berdiri membelakangi pintu lift dan menikmati pesona kota seoul pada sore hari.

Bunyi dentingan halus membuyarkan lamunanku , saat hendak  keluar , aku mendapati Tiffany onnie dan SIwon oppa tengah bermesraan. Kulihat lebih dekat lagi , mereka berciuman. Aku menutup mataku , lalu membukannya pelan-pelan untuk memastikan itu smeua hanya mimpi , tapi ini nyata bukan ilusi semata.

Aku menghela napas panjang , lalu berbalik arah ketempat parkir mobilku. Yoona babbo , bukankah biasa kalau orang yang sudah berpacaran itu ciuman , batinku.

~~~~~~~

Kibum pov

Seoul benar-benar indah , tak khayal banyak fothographer dunia suka singgah dinegeri ginseng ini , aigoo aku bangga menjadi warga korea setengah amerika, kkk~~. Tapi , disini kenapa aku  belum melihat yeoja cantik ya ?

“dasar kenapa aku jadi genit begini” desisku

Oh ya , Siwon hyung bilang tempat yang pas untuk mengambil moment –moment untuk dibawa pulang ke amerika adalah dipantai tepatnya jeju island. Baiklah , nanti malam aku akan beres-beres untuk kesana.

Aish , hampir saja aku lupa. Aku akan tetap berusaha menemukan yeoja itu. yeoja yang menjadi penyanggaku saat Ommaku menghilang dan juga ia adalah yeoja pertamaku saat waktu kecil yeoja itu adalah Im Yoon Ah. Aku biasa memanggilnya “Deer”.

“kuharap aku akan menemukan mu Deer” desahku.

~~~~~~

Siwon pov

Hmm… tak biasanya Yoona bersikap dingin kepadaku , biasanya ia selalu tersenyum manis saat menyapaku atau bertemu denganku tapi sekarang ia lebih banyak diam dan terkadang tersenyum kaku ketika melihatku. Suatu kejanggalan menurutku, tapi ya sudahlah.

“oppa…, aku kerja dulu ya annyeong” ujar Tiffany sambil mengecup pipiku pelan , aku tersenyum kecil kearahnya lalu membalas lambaian tangannya. “ne , Annyeong”

Aku melanjutkan langkahku menuju ruanganku lalu melihat sooyoung tengah bertengkar dengan namjachingunya changmin. Aku mendekat kea rah pasangan shikshin tersebut.

“ya.., kalian kenapa bertengkar?” tanyaku to the point. Sooyoung menatapku kesal begitu juga Changmin sebaliknya. Eh kenapa mereka menatapku seperti itu ? aku punya salah apa??

“ya.., kalian kenapa menatapku seperti itu?”

“kami bertengkat karena mu” ujar Changmin sembari berlalu dari hadapanku meninggalkan aku dan sooyoung. Aku menatap kearah Sooyoung.

“sebenarnya ada apa?”

“aniyo..”

“Soo aa.., Yoona kenapa berubah begitu pada oppa ya..?” tanyaku , Sooyoung tampak terkejut dengan pertanyaanku. Ia lalu mendecak sebal dan menatapku sinis sangat sinis.

“oppa.., Tiffany sudah ada , kenapa kau tanya tentang yoona” jawabnya lalu berjalan meninggalkanku yang masih memikirkan ucapan Sooyoung yang membingungkan.

“eh..? apa maksudmu”

~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Author pov

Yoona membereskan barang-barangnya. Ia ingin berlibur sebentar kepulau jeju , ia sudah mengambil cuti beberapa hari yang lalu dan kemaren ia telah menemui sooyoung untuk mengatakan kalau ia akan ke pulau jeju.

Ia mendesah kecil sembari merapikan tempat tidurnya yang tadi berjejeran banyak baju. Ia seketika tersenyum saat melihat seragam SMAnya yang penuh coretan sana sini. Ia menjadi teringat akan kenangan SMA nya yang indah bersama seseorang yang sangat ia sukai waktu dulu tapi.., akh ia tak mau lagi mengingatnya.

“baiklah…, 2 jam lagi aku akan kebandara” desahnya lalu duduk dikursi goyang yang tak jauh dari kasur besarnya. Ia tersenyum melihat fotonya bersama siwon , pandangannya tak lepas dari foto itu. seketika ia teringat ketika siwon mencium tiffany , wajahnya terlihat murung dan sedih.

Ia memegang dada kirinya ynag terasa sesak , air matanya mulai berjatuhan kali ini lebih deras. Sesekali terdengar isakan kecil yang mampu didengar oleh orang lain.

Perasaan suka kepada seserang memang sangat sulit dihilangkan , terlebih pula ia sudah lama memendam cinta itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Seorang namja berambut cepak tengah memandang backpack yang tak terlalu besar dan juga tak terlalu kecil. Ia teringat akan barang-barang yang dimasukkannya tadi malam.

“aigoo.., tadi kenapa aku lupa masukkin majalah itu ya” rutukunya sambil memukul kepalanya.well, namja itu telah tiba dibandara. Ia lupa membawa barang yang penting baginya. Sebelum itu ia mengambil kameranya dan meletakkan dilehernya yang diikat oleh tali.

Tak jauh dari tempat namja tersebut , seorang yeoja cantik dengan rambut panjang yang terurai tengah berjalan sembari membawa koper dan tas kecil yang disandangnya. “hmm” gumam yeoja tersebut.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoona tersenyum lebar saat mengetahui dirinya sekaranh tengah berada di Pulau Jeju , tempat yang well sangat ia sukai. Tak jauh dari tempat Yoona muncul seorang namja dengan membawa backpack dengan napas tersengal-sengal datang ketempat Yoona.

“Mian Aggashi , Ipod mu jatuh” ucap namja itu usai mengatur napasnya yang tersengal-sengal akibat berlari mengejar Yoona. Yoona menoleh , lalu tersenyum sekilas.

“akh.., Ghamsa” kata Yoona sambil mengambil ipod yang diserahkan oleh namja itu dan  membungkuk tanda terima kasih , namja itu  tersenyum. “Cheonmayo” jawab namja itu , lalu pamit pergi.

“huft.., aku lupa menanyai nama namja itu” sahut Yoona kemudian saat namja itu telah berlalu dari hadapannya. Ia lalu berjalan kembali melanjutkan langkahnya menuju hotel yang telah dipesannya sebelum berangkat ke pulau Jeju.

Sebenarnya ia bisa menggunakan taxi atau semacamnya tapi Yoona lebih memilih untuk berjalan kaki menuju hotel yang tak terlalu jauh dari bandara Jeju. Yoona tersentak kaget , karena mendengar deringan handphonenya yang terlalu keras.

“aish, aku lupa menganti ringtone” gerutu Yoona saat melihat banyak orang menatapnya, kemudian ia mengangkat telepon yang ternyata dari Sooyoung. “ Yeobseyo”

“Yeoboseyo..” ucap Yoona.

“Yoong.., kau sudah sampai di Jeju..?” Tanya Sooyoung langsung .

“ne., Onnie wae.?”

“aniyo.., aku hanya titip oleh-oleh saja , hehhe” balaS Sooyoung sambil cengegesan , Yoona tertawa kecil. “sippo Onnie “ ujar Yoona.

“akh kau memang dongsaeng yang paling ku sayang” kata Sooyoung.

“kalau begitu.., selamat bersenang-senang” lanjut Sooyoung dan kemudian mematikan sambungan sebelum Yoona membalasnya. “ne Onnie, kuharap aku akan bersenang-senang disini” desis Yoona dan memasukan handphonenya kedalam tasnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

Yoona menghembuskan napas panjang , sekarang ia tengah berada ditepi pantai. Sejenak ia bisa melupakan masalah-masalahnya di Seoul. Ia berlari-lari kecil dan bermain ombak , tawanya sungguh lepas.

Seorang namja dengan kamera yang sengaja ia letakkan didadanya mulai mengambil gambar Yoona yang menurutnya menarik.”Yeopo~na..” desis Namja tersebut saat melihat Yoona tersenyum kearah kamera –walau Yoona sendiri tak tahu kalau ia sedang di foto–.

Namja itu berjalan mendekat ketempat Yoona , namja itu menepuk bahu Yoona pelan. “Annyeong..” sapanya sambil tersenyum. “Annyeong.. “ balas Yoona sambil membalas senyuman namja itu. sepertinya aku mengenal namja ini , tapi dimana , batin Yoona.

“Kim Ki Bum imnida…” ucap namja itu memperkenalkan dirinya. Yoona menganggukan kepalanya , tampaknya ia mengerti kenapa namja ini menepuk bahunya.

“Im Yoon Ah , panggil saja Yoona” jawab Yoona. Namja yang bernama Ki Bum itu mendesah “Yoona..? oh ne Yoona~ssi , apakah kau pernah tinggal di Busan waktu berumur 10 tahun?” Tanya Ki Bum cepat , namja ini entah kenapa menanyakan hal yang tak penting kepada yeoja yang baru dikenalnya itu. tapi , ia merasakan perasaan yang janggal setiap kali melihat senyuman yeoja ini.

“eh..? bagaimana kau bisa tahu Ki Bum~ssi “ ucap Yoona balik bertanya dengan nada bingung. “apakah kau tak mengenal ku , Your Bummie…” balas Ki Bum dengan aegyo nya saat menyebut nama ‘Bummie’

“eh..? Oppa?”

“ne.., uri Deer” jawab Ki Bum dengan senyum yang mengamabng dibibirnya. Yoona terdiam , ia kemudian mengingat kembali masa kecilnya yang tak sengaja ia lupakan. Tak lama sesudah itu Yoona tersenyum sambil meninju pelan dada Ki Bum.

“Oppa.., kau kemana saja 10 tahun terakhir ini” ucap Yoona agak sinis , tapi sepersekian detik kemudian ia dan Ki Bum tertawa bersama. Well keduanya akhirnya bertemu , pertemuan yang tak pernah mereka duga.

Keduanya adalah sahabat kecil yang terpisah karena Ki Bum harus melanjutkan Senior High School di America. “apakah kau tak merindukanku” ucap Ki Bum sambil merentangkan kedua tangannya , Yoona tersenyum. ia lalu memeluk Ki Bum.

“well.., aku memang merindukanmu , oppa ” jawab Yoona sekenanya.

~~~~~~~~~~~~~“

Hari-hari Yoona dan Ki Bum menjadi lebih berwarna di Pulau jeju , pulau yang telah mempersatukan mereka. Mereka menjadi sangat akrab malah lebih akrab daripaa waktu mreka kecil dulu. Ki Bum tersenyum senang saat orang yang dicarinya itu kini tengah berada dihadapannya sambil tersenyum lebar kearahnnya.

“Oppa,…, kau mau memberiku kejutan apa..?” Tanya Yoona sambil menyibakan poni rambutnya. Ki Bum melirik sesuatu dari balik sakunya .

“Lihat itu..” tunjuk Ki Bum dan saat Ki Bum menujukan jari telunjuknya ke langit, terdengar bunyi kembang api yang membahana di langit (?) membentuk satu kalimat yang membuat Yoona menutup kedua mulutnya.

Sarangahe Yoona

“Oppa…, kau”

“Sarangahe YoonA.., Would u be My Girl ?” Tanya ki Bum sambil bersimpuh didepan Yoona. Yoona terdiam. Jujur ia sangat senang saat ini dan  ia juga sekarang telah melupakan Siwon saat ia bersama Ki Bum , tapi untuk menerima Ki Bum ia masih belum yakin.

Memang Ki Bum adalah cinta pertamanya semasa kecil , tapi bagaimana pun cintanya kepada Siwon lebih besar daripada cintanya kepada Ki Bum. Tapi.. arggghh ini sungguh membuatnya bingung.

“baiklah.., aku tak akan memaksa mu untuk menerimaku , asal kau sudah tahu perasaanku saja aku sudah senang..” lanjut Ki Bum seraya beranjak berdiri meninggalkan Yoona yang masih terdiam.

“Mianhe Oppa..” desah Yoona.

Ki Bum tersenyum pahit mendengar ucapan yang keluar dari mulut Yoona.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yoona sudah kembali bekerja seperti biasanya. Well , liburan terakhir di P. jeju sungguh membuat hatinya tak tak tenang. Mengingat ekspresi Ki Bum waktu itu yang membuatnya tak tega.

“kalau terus begini aku tak akan bisa berkonsentrasi…” umpat Yoona sambil berjalan keluar dari ruangannya menuju taman belakang kantornya. Setiba disana ia memilih untuk duduk di kursi taman.

Tanpa sadar Yoona memperhatikan seorang namja yang tengah asyik memotret jalan raya dan saat namja itu menoleh kebelakang untuk memotret taman. Yoona terperangah , namja yang tengah memotret itu adalah Ki Bum.

“ Ki Bum Oppa..” teriak Yoona yang langsung membuat Ki Bum berhenti dari aktifitasnya. Ki Bum terperangah melihat Yoona sudah berdiri tak jauh darinya. “Yoona…” desisnya. Jujur ia sedang tak ingin melihat yeoja itu. mungkin ia ingin menenangkan hatinya untuk saat ini.

“Oppa..” panggil Yoona lagi yang membuat langkah Ki Bum berhenti. “OPPa…” ulang Yoona , Ki Bum menoleh kebelakang. “Wae..?”

Ki Bum tersentak kaget melihat Yoona telah beruraian mata sambil terduduk dirumput. Ki Bum langsung berlari ketempat Yoona. “Yoona.., Gwenchana” ucap Ki Bum panic melohat keadaa Yoona.

Yoona tak menghiraukan kata-kata Ki Bum , ia malah balik bertanya. “Oppa.., kenapa kau menjauh dariku” ucap Yoona serak.

“aku tak menjauh darimu..” balas Ki Bum.

“buktinya kau tak mendengarku tadi” sergah Yoona. Ki Bum terdiam , ia menundukan kepalanya. “kau tahu Oppa, aku terpuruk saat aku menolakmu” ungkap Yoona sambil mengelus rambut Ki bum.

“eh..?”

“Saranghae Ki Bum Oppa…”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~“

Beberapa tahun kemudian…

Siwon tersenyum senang melihat Tiffany yang tengah membeli beberapa baju. Saat ini mereka tengah berbelanja bersama setelah sekian lama mereka tak bertemu karena kesibukan masing-masing.

Tak terasa sudah lebih dari satu tahun mereka menjali cinta dan juga usia mereka yang cukup matang untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Tapi toh mereka juga belum memikirkan hal itu.

“Oppa.., coba kau pakai ini” sahut Tiffany seraya melempar kemeja putih kepada Siwon. Siwon reflek menangkap Kemeja itu dengan wajah kesal. “aish Tiffany , kau itu selalu saja seperti ini” gerutu Siwon sambil berjalan ke ruang ganti di toko baju tersebut.

Tiffany kemudian beranjak duduk untuk menunggu Siwon selesai menganti baju dengan kemeja yang ia pilih. Tak cukup beberapa menit , akhirnya Siwon keluar dengan kemeja putih membuatnya tampak lebih dewasa.

Siwon memandang Tiffany meminta pendapat. Tiffany mengadahkan dagunya ketelapak tangannya mencoba berpikir. “rumayan..” ucap Tiffany  yang membuat Siwon langsung mengembungkan pipinya. Kyeopta.

“asih! Aku ganti saja” ucap Siwon. Tiffany menarik tangan Siwon agar tetap duduk , Siwon menoleh kewajha Tiffany dan

Cup…

Tiffany mencium pipi Siwon lembut , ia lalu melepaskan kecupan itu dan tersenyum manis kearah Siwon. “aniyo.., Oppa sangat tampan” puji Tiffany.

“kau juga sangat cantik” balas Siwon dan mengecup kening Tiffany. Well , kejadian yang cukup langka bagi pemilik toko itu karena sepasang kekasih berciuman mesra ditoko mereka dan anehnya lagi banyak pengunjung toko yang memotret adegan mesra itu , entah untuk apa bagi mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~“

Ki Bum dan Yoona , sepasang kekasih yang menjalani kehidupan yang cukup menyenangkan mereka sangat mengerti satu-sama lain. Telebih lagi mereka menjalani hubungan jarak jauh atau istilah kerennya yaitu Long Distance Relationship .

Sekarang Ki Bum tengah berlibur ke Korea untuk menemui pujaan hatinya yang sudah tak ia temui kurang lebih selama 5 bulan. Cukup lama bukan? Yeah , itulah yang Ki Bum rasakan saat ini rasa rindu yang sangat kepada Yeojachingunya itu.

Sekarang Ki Bum tengah menunggu Yoona di Bandara Internasional seoul sambil memakan snack yang ia dapat dari pesawat. Tak lupa ia juag menyeruput minuman soda yang ia beli waktu di Los Angeles seminggu yang lalu , entah bagaimana rasanya sekarang.

“Oppa…” teriak Yoona sambil berlari ketempat Ki Bum. Ki Bum terperanjak kaget mendengar teriak Yoona , tapi sedetik kemudian ia tersenyum lebar hingga makanan dan minumannya jatuh ke lantai tanpa ia sadari.

Yoona memeluk Ki Bum erat , cukup erat. Wajar saja yeoja ini telah menunggu namjachingunya ini yang tak kunjung mendatanginya. “Yoona…” balas Ki Bum seraya mengelus rambut Yoona dan mendesis pelan. “Bogoshippoe..” bisik Ki Bum.

“nado…~~” balas Yoona sambil tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

3 tahun kemudian…

Tiffany mengerucutkan bibirnya , ia sungguh kesal dengan tingkah Siwon akhir-akhir ini. ya setelah Siwon menjalani wajib militer mereka lost contact dan itu memang wajar. Tapi setelah SIwon selesai menyelesaikan tugas warga negaranya Siwon seperti menganggap Tiffany tak ada dan itu membuat Tiffany kesal setiap hari.

Siwon mengacuhkan SMS dari Tiffany dan mengabaikan telepon dari Tiffany. Kadang Tiffany berpikir Siwon sudah tak lagi mencintainya , tapi Tiffany tak tahu rencana Siwon sebenarnya😀.

Tiffany Pov

Aku bingung sikap Siwon oppa akhir-akhir ini sangat berubah padaku. Setiap aku meneleponnya , dia tidak mengangkatnya dan bila aku sms tidak pernah dibalasnya. Apa dia sudah bosan denganku. Aku dan Siwon oppa telah berpacaran selama 4 tahun. Ya.. sangat lama , mungkin karena itu dia mulai bosan.

Drrtt…

From : Siwon Oppa

Tiffany…, lihat kebelakang.

Aku bingung dengan isi sms ini. Untuk apa aku harus melihat kebelakang , bukannya dibelakangku hanya ada jendela. Baiklah aku akan menurut dengannya.

Aku membuka jendela, banyak balon menghiasi udara dengan kalimat yang membuatku sangat bahagia. Dan aku tahu bahwa Siwon oppa masih mencintaiku.

Marry Me………….

“OPPA…”

Aku terkejut dengan kejutan yang diberikan oleh Siwon Oppa , kukira ia sudah tak lagi mencintaiku tapi trenyata sekarang ia , ia melamarku. Berarti ia memang mencintaiku dan berniat menjadikanku istrinya. Omo~~ mimpi apa aku semalam , batinku seraya tersenyum lebar.

“I DO….” Ucapku sambil memeluk Siwon Oppa. Siwon Oppa membalas pelukanku dan mengelus rambutku. “Gomawo Chagi~~”

“Oppa.., kukira kau tak lagi mencintaiku…” sahutku usai melepaskan pelukannya. Ia tersenyum jail dan merangkaul bahuku. “ kau salah…., selama ini aku terus berpikir apakah aku pantas mendampingimu ? dan apakah kau akan menerimaku menjadi suamiku …” ujar Siwon Oppa sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

Aku tersenyum lebar dan mengumam pelan “saranghae oppa”

“nado saranghae fany”

Siwon oppa adalah takdirku dan Siwon oppa adalah hidupku. Aku sangat mencintainya, saat ini aku ingin memberitahukan dunia bahwa aku sangat bahagia.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Normal Pov

Yoona membanting handphonenya asal , sudah beberapa bulan ia tak berkomunikasi dengan Ki Bum , padahal biasanya Ki Bum selalu menghubungi. Ia tahu Ki Bum akan semakin sibuk dengan pekerjaannya yaitu PhotoGrapher , tapi ia juga butuh perhatian mengingat hubungan mereka sudah berjalan cukup lama.

Berkali-kali ringtone dari handphone Yoona berbunyi tapi ia tak menghiraukan , hingga pada saat terakhir klai si penelopon itu menelepon Yoona akhirnya mengambil handphonennya.

“yeobseyo” ucap Yoona dengan nada malas.

Yoona.., Ki Bum Oppa berada di danau , cepat kesini”

Yoona langsung menutup flat handphonenya. Ia segera menyambar jacketnya yang terletak di tempat tidur dan langsung berlari menuju danau yang tak jauh dari apertemennya itu. Setiba Yoona didanau , ia langsung menghampiri seorang namja yang tengah berdiri mengahadap danau.

“Ki Bum Oppa..” panggil Yoona seraya menepuk bahu Ki Bum. Namja itu tersentak kaget , namja itu langsung menoleh kebelakang dan didapatinya Yoona tengah menangis saat melihatnya. “YOONA…..” desisnya.

Yoona langsung memeluk Ki Bum sambil menangis. “Oppa.., kau kemana saja , kau tahu aku sangat merindukanmu” ucap Yoona sambil mengeratkan pelukannya kepada Ki Bum. Ki Bum diam  , ia sangat menyesal telah meninggalkan Yoona tanpa meninggalkan pesan sedikit pun.

“Mianheyo Yoona.., Oppa berjanji tak akan meninggalkamu…”

“Janji…” ujar Yoona sambil membuka jari kelingkingnya.  Ki Bum tersenyum lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Yoona. “Janji….”

~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Oppa…, kau kemana saja selama ini?” Tanya Yoona kepada Ki Bum saat mereka tengah di café yang bernuasa keparis-paris an itu. “aku ke Jepang….” Jawab Ki Bum sembari menyeruput kopi.

“jeongmal..?”

“Ne.. dan ini hadiah Untukmu…” ucap Ki Bum sambil memberikan sebuah kantong plastic kepada Yoona. Yoona lalu membuka kantong plastic itu sambil tersenyum lebar karena melihat boneka-boneka kecil yang lucu itu yang dihadiahkan untuknya dari Ki Bum.

Tapi ada satu keanehan dari boneka-boneka kecil itu , terdapat disana benda yang berkilauan. Yoona kemudian mengambil benda yang berkilauan itu. sementara itu Ki Bum hanya tersenyum sambil terus menyeruput kopinya.

“Oppa…, bukankah ini cincin..?” sahut Yoona. Ki Bum mengangguk santai.

“untuk apa..?” Tanya Yoona polos. Ki Bum tertawa geli melihat kepolosan yeoja itu. dengan sigap Ki Bum mengambil cincin itu dan memasangkannya dijari manis Yoona.

“jadi.., kau”

“Marry Me uri Deer…” teriak Ki Bum sambil berteriak membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian. Yoona menundukan wajahnya.

“kau menerimaku..?” Tanya Ki Bum. Yoona mengangguk malu-malu , Ki Bum lalu memeluk Yoona erat sangat erat. “GOmawo yeobo~” bisik Ki Bum

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

THE END

Mianhe endingnya ancur .__.V

Kritik dan Saran Via twitter ^^

Gomawo ^^

25 thoughts on “YoonBum And SiFanny Love Story

  1. kibum jd photografer? melepuh (?) ngebyanginnya >..<
    nice tp mnurutku lebih baik d.pisah aja crtanya yg yoonbum sm sifany biar lbh focus kita bca pda 1 pairing🙂 itu sih saran aja.. tapi aku sk kok pairingnya🙂

  2. Aasssyyyyyiiikkk!!!?! YoonBum!!!
    Couple kesukaanku….
    Keren unn ffnya… Bikin lagi dong yg YoonBum, tpi yg panjang.. Ini rada2 pendek ceritanya /plakk *pdhl ff sendiri, pendeknya minta ampun*

  3. YoonBum and SiFanny Love Story
    Finally diposting juga, udah nungguin lama nih.
    Romantis banget Siwon and Kibum oppa, jadi pengen.

    Daebak Nia^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s