Forever Love (MinJi Couple version)

Author              : Fadhila FayuCi (@fadhilafayuci)

Title                  : Forever love

Cast                 : MinJi

Genre               : Hurt / Angst , Romantic

Length              : Ficlet

Annyeong ^^ author kembali…

Ini sebenarnya remake ff kyuyoung judul yg sama “Forever Love”

Tapi keduanya FF aku kok😀

Mian kalo gk suka😦

Happy Reading

Ruangan itu sudah semakin sepi sekarang sejak satu jam yang lalu seorang gadis cantik masih setia duduk didekat piano. Ia masih setia menunggu seseorang yang tak akan pernah kembali kesisinya. Menghilang itulah kata yang tepat untuk orang yang ditunggu oleh gadis ini.

****

Angin musim gugur bertiup kencang membuat orang yang berada diwilayah yang dilanda musim gugur ini memakai pakaian yang paling hangat bagi mereka untuk memudahkan aktifitas mereka saat musim gugur ini. begitu pula yang dilakukan seorang gadis berambut panjang yang sekarang sedang menunggu bus—seperti biasanya—.

Sesekali ia menyibakkan poni pendeknya itu untuk mengurangi kebosanannya menunggu bus yang tak kunjung datang. Earphone yang sedari tadi menyumbat telinga gadis itu tak juga membantu mengatasi kebosanan yang dialami oleh gadis cantik ini.

“gr.. dingin” erangnya seraya merapatkan jaket yang melilit ke tubuhnya itu , dimasukkannya kedua tangan kedalam saku jaket. Gadis itu kembali menatap lurus jalan , mencoba untuk mengingat masa lalunya yang suram. Ia tak bermaksud menflashback ingatannya , tapi daun-daun pohon maple membuatnya ingat tentang masa lalunya bersama seorang laki-laki.

Flashback

Jiyeon masih tetap setia memainkan tuts-tus piano , padahal kelas musiknya sudah bubar sejam yang lalu. gadis ini tidak mendapat hukuman dari gurunya atau sebab lain, ia masih tetap dikelas musiknya. Ia hanya ingin menunggu seseorang yang telah berjanji padanya saat disekolah waktu itu.

Terdengar derapan langkah kaki seseorang menggema ditangga kelas music Jiyeon. Tak berapa lama pintu kelas dibuka oleh seorang lelaki , lelaki itu segera menghampiri Jiyeon  yang masih asyik bermain piano tanpa menyadari kehadirannya.”Hmmm”

Deheman lelaki itu menghentikan aktifitas Jiyeon. Sekilas Jiyeon tersenyum sebelum berbalik badan menghadap laki-laki itu. “Minho~ah , kau selalu terlambat saat membuat janji bersamaku” dengus Jiyeon dengan nada dibuat kesal.

Laki-laki bernama Minho itu hanya tersenyum kecil seraya menyambar tangan halus milik Jiyeon. “Kajja kita pulang” ucap Minho  lembut tanpa menghiraukan perkataan Jiyeon/.

Jiyeon  bersama Minho  berjalan kaki bersama menuju rumah mereka yang berdekatan. Keduanya sama-sama menikmati pohon-pohon maple yang berguguran saat musim gugur saat ini.”yeopo~na…’ desis Jiyeon seraya merapatkan jaket putihnya itu dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket miliknya.

“ne.., seperti kau”batin Minho  sambil melirik Jiyeon  sekilas. Minho menghela napas berat. “kau kenapa , Minho~ah?” Tanya Jiyeon  tanpa mengalihkan pandangannya ke daun-daun maple.

“aku tidak apa-apa , aku hanya ingin menikmati kecantikanmu saja” ucap Minho  yang dibalas pukulan kecil dari Jiyeon. “aish kau selalu bercanda , kalau saja Yuri  Onnie mendengarnya bisa-bisa kau dan aku direbus”

Ucapan Jiyeon  membuat Minho  tertunduk. Ini bukan candaan , ini nyata dari hatiku karena aku mencintaimu , batin Minho. Tapi Minho malah menjawab—

“Jiyeon  berhentilah meledekku dengan yeoja itu” kata Minho dengan nada kesal. Jiyeon hanya tertawa kecil dan mengalihkan pandangan ke toko-toko yang telah tutup.

Huft , seandainya saja ia tak bercanda mengatakan kalau aku cantik , Jiyeon membatin dalam hatinya.

Flashback End

Gadis itu melepaskan earphone yang sedari tadi menyumbat telinganya. Ia kemudian beranjak berdiri. ‘huft , lebih baik aku kembali keapertement , cuaca semakin buruk saja” ucap gadis itu seraya mengambil tas kecilnya.

Gadis itu berjalan cukup lambat. Entah apa kali ini yang ia pikirkan , tapi ingatan akan masa lalunya membuat hatinya merasa sangat sesak. Ia tak memperdulikan tatapan aneh dan bingung dari pejalan kaki yang lain ketika berhadapan dengannya.

Ia tak peduli , tepatnya tak ingin peduli.

Flashback

Minho  menatap Jiyeon  kesal. Ingin rasanya ia menyadarkan gadis ini kalau banyak orang yang mencintainya , tapi ia tak sanggup. Saat melihat mata sendu milik gadis itu , semangatnya menjadi layu.

Saat…..

disaat ia ingin menyatakan cintanya kepada gadis ini.

“Jiyeonnie…, apa kau gila” ucap Minho dengan napas yang terngah-engah saat menggendong Jiyeon  sambil berlari cukup kencang menuju rumah sakit terdekat. Jiyeon hanya tersenyum pahit.

“aku memang bodoh , Minho~ah , tapi kenapa kau mau berteman dengan yeoja bodoh sepertiku” lirih Jiyeon. Minho  menatap Jiyeon  dengan perasaan campur aduk. Ia terdiam , tak bisa menjawab pertanyaan Jiyeon.

Karena pertanyaan ini sungguh menjebak. Ia tak mengkin mengatakan , kalau ia mencintai Jiyeon. Itu sungguh mustahil.

Bukan..?

Sesampai dirumah Sakit , Minho terduduk diruang tunggu. Ia gelisah dengan keadaan Jiyeon sekarang. sungguh sangat gelisah.

Sejujurnya ia kasihan kepada Jiyeon , ia tahu kalau keluarga Jiyeon sangat berantakan dan memang kedua orang tua Jiyeon  tak pernah peduli dengan Jiyon. Memberi perhatian secuil saja mereka tak pernah. Mereka hanya mampu memberikan uang , yeah hanya uang.

Hanya orang tua Minho  yang memberi perhatian lebih kepada Jiyeon. Tapi Minho tak pernah menyangka kalau Jiyeon  akan melakukan hal yang senekad ini. yaitu mencoba bunuh diri dengan mengiris nadinya sendiri.

Dan untungnya Minho cepat kerumah jiyeon  dan membawa Jiyeon  kerumah sakit.

Beberapa jam kemudian , Dokter keluar dari ruangan UGD. Minho segera menghampiri dokter dan bertanya tentang keadaan Jiyeon. “Uisa , apakah Jiyeon baik-baik saja” ujar Minho.

“ne.., untung saja kau cepat membawanya kesini , kalau tidak ia akan kehilangan darah yang cukup banyak” kata Dokter  yang membuat Minho  tersenyum.

“apakah aku boleh bertemu dengannya , sekarang?” Tanya Minho  harap cemas. Dokter yang bername tag Park tersebut  menganggukan kepalanya. Lalu meberi jalan kepada Minho agar dapat masuk keruangan Minho.

Minho  berjalan perlahan. Ia menatap gadis yang sangat dicintainya itu cukup dalam. “Jiyeon.., jangan membuatku cemas lagi eoh?”

Minho  mengelus rambut hitam Jiyeon  lembut seakan ingin memberikan ketenangan kepada jiyeon yang masih terlelap. “aku sangat mencintaimu , jangan menyiksa dirimu lagi , karena aku tak akan bisa melindungimu lagi….”

Ucapan itu terlontar begitu saja dari mulut Minho , tanpa pernah ia memikirkan kata-kata kalau ia tak akan bisa melindungi Jiyeon lain.

Flashback end

Gadis itu membuka pintu apertementnya perlahan. Kemudian ia meletakkan kedua sepatunya ke rak sepatu dan mengambil sandal spongebob nya , lalu memasangnya.

Selanjutnya gadis itu memilih untuk kedapurnya. Tak lama gadis itu keluar dari dapurnya seraya membawa cangkir yang berisi kopi. Kopi kesukaannya.

Ia membawa cangkir itu keruang tamunya yang kebetulan menghadap balkon rumahnya. Air mata gadis itu begitu saja mengalir , entah kenapa saat melihat sebuah sofa yang berada dihadapannya.

Apakah gadis ini kembali teringat akan masa lalunya..?

Flashback

Tok tok tok

Terdengar ketukan dari pintu depan apertement Jiyeon. Padahal hujan diluar sangat deras ,kenapa ada tamu..?batin Jiyeon sambil membuka pintu apertementnya. Jiyeon terkejut luar biasa.

Melihat Minho yang mengigil kedinginan.

Dan saat itu Jiyeon  sangat ingin memeluk Minho , tapi ia takut. Takut kalau saja Minho marah kepadanya. “Sarangahe.., noemu Saranghae , Jiyeon” ujar Minho lembut sambil merengkuh tubuh Jiyeon kepelukannya.

Jiyeon  terdiam cukup lama. Hangat..? eh..? bukankah Minho  tengah kedinginan dan pastinya suhu tubuhnya pun akan dingin. Tapi entah kenapa dekapan Minho  membuat Jiyeon nyaman.

“Nado Saranghae..” balas Jiyeon.

Kata-kata itu sangat ingin didengan oleh Minho ….

Tapi kenapa ia tak pernah mendengarkan kata-kata itu pada saat yang tepat

Kenapa pada saat ia harus…

Pergi…

Jiyeon  kemudian melepaskan pelukannya dari Minho. “tunggu disini , aku ingin mengambil handuk dan kopi hangat untukmu , awas kalau kau lari dari sini” ucap Jiyeon  riang.

Minho  hanya tersenyum pahit. Melihat kenyataan bahwa hidupnya sebentar lagi. yeah , hanya sebentar. Tak kurang dari lima belas menit lagi. “tunggu….” Ucap Minho yang membuat langkah Jiyeon terhenti.

“wae…?” Tanya Jiyeon . Minho  segera megambil lengan tangan Jiyeon sebelum Jiyeon membalikkan tubuhnya. Ia bermaksud ingin….

Cup…..

Mendapatkan ciuman pertama dan terakhirnya.

Minho  mencium jiyeon  sekilas membuat Jiyeon terpaku untuk beberapa saat. “jangan sakiti dirimu lagi , chagiya…” bisik Minho seraya melepaskan ciuman lembutnya itu.

“ne.., asal ada kau disampingku ….” Balas Jiyeon  pendek. Jiyeon kemudian kembali membalikkan badan menuju dapurnya untuk megambil handuk dan membuatkan secangkir kopi hangat untuk Minho,

Padahal sebenarnya itu tak perlu , karena—

“Selamat Tinggal Jiyeonah , love you forever”

Minho menghilang , menghilang kedunia lain meninggalkan Jiyeon sendiri. Karena sebuah insiden.

——

“Kringggggggggggggg” bunyi telepon rumah Jiyeon menghentikan aktifitasnya untuk membuat kopi bagi Jiyeon. Sebenarnya Jiyeon malas mengangkat telepon , tapi entah kenapa kakinya menuntunnya menuju tempat telepon itu.

“yeobseyo Jiyeon…” ujar suara dari seberang dengan nada terisak. Kenapa menangis , batin Jiyeon. “ne , yeobseyo Onnie , waeyo?”

“Minho …,” suara Yuri  bergetar begitu mengucapkan nama Minho , terdengar jelas kalau sekarang Yuri  mengigit bibirnya agar ia tak histeris. “kenapa dengan Minho?”

“ia meninggal karena kecelakaan menuju rumahmu…..”

Ganggan telepon yang sedari tadi Jiyeon pegang tiba-tiba saja terjatuh , menimbulkan suara yang keras. Jiyeon  segera berlari menuju ruang tamunya untuk melihat Minho.

Tapi…..

Minho tak ada….

Lenyap… hilang tak berbekas

Air mata Jiyeon  begitu saja mengalir tanpa perintah dari pemiliknya. Ia terduduk lemas , bersimpuh dihadapan Sofa yang Minho duduki tadi. “aniyo…., MINHOO…………………….”

Jerit Minho histeris.

Kenapa , kenapa itu bisa terajdi pada Minho…?

Bukankah tadi Minho baru saja menyatakan cintanya pada Jiyeon?

Lalu , siapa dia..?

Flashback End

Gadis itu menghapus air matanya. Ia beranjak berdiri menuju sofa yang sedari tadi dipandanginya begitu dalam. “Minho~ah , sarangahe” lirih gadis itu saat menduduki sofa yang menyimpan kenangan baginya.

“aku masih bingung , apakah itu dirimu Minho..?”

Gadis itu terlelap usai melontarkan pertanyaan itu. sebut saja nama gadis itu Park Jiyeon yang sekarang menjadi pelukis dan pianist. Sesuai dengan cita-citanya yang sejak dulu ingin menjadi pianist dan cita-cita orang yang dicintainya yaitu menjadi seorang pelukis.

I Love You More Than Everything

MinJi Forever

Love

Minho

—Fin—

Annyeonghaseo..

Mianhe.., fanfic ini gaje banged.. ><

Sebenarnya ini fanfic udah lama dibuat , tapi gak dipublish karena takut nggak bagus.

Oh ya Go Follow @fadhilafayuci  xD

Ayo Coment ^^

Gomawo

17 thoughts on “Forever Love (MinJi Couple version)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s