You Heart Is My Pinata | 5th {END}

Title     : Your Heart Is My Pinata | 5th

Author : @fadhilafayuci

Genre   : Romance , Sad , AU

Rating   : PG-14

Length  : Chapterd/ Series Fic

Cast       :

*        Choi Minho

*        Cho Kyuhyun

*        Park Jiyeon

*        Choi Sooyoung

Other Cast

*        You Can Find In This Story ^^

Gambar

@fadhilafayuci Art N StoryLine

Don’t Copy Without My Permission

Say Yes To Coment And Say No To Plagiat ^..^

NB          : kalau ada kesamaan cerita tolong hubungi author via Twitter ^^ , tapi author hanya mau bilang kalau Fanfic ini ialah khayalan author semata. Dan kalau ditemukan banyak kesalahan , author minta maaf ya🙂.

Previous Part : 1st | 2nd | 3rd | 4th | 5th

Happy Reading

Yeoja itu menggerutu tak jelas saat berjalan keruang kerjanya. Well , ia baru saja kembali dari ruangan atasannya. “huh , Nappeun Namja” umpat yeoja itu sembari masuk keruangannya , ia lalu merebahkan tubuhnya sejenak ke sofa ruang kerjanya.

Entahlah sekarang ia menjadi cepat lelah. Yeoja itu , lalu menutup matanya sebentar lalu membuka kembali. “Aigoo , kenapa aku jadi malas begini”sahutnya. Ia lalu berdiri menuju meja kerjanya seraya mengambil berkas yang akan atasannya tandatangani.

Sial , kenapa harus jadi sekretaris. Pekerjaan menjadi C.O lebih menyenangkan daripada ini , yeoja itu membatin  lalu mengapit beberapa berkas yang akan ditandatangi oleh atasannya , Cho Kyuhyun. “huh balik lagi keruangan neraka itu” gerutu yeoja itu.

Sooyoung membelokkan langkahnya menuju tempat cafeteria , ia menjadi lupa apa tujuan utamannya. “Ajjumha , aku pesan yang seperti biasa eoh” kata Sooyoung. Ajjumha penjaga cafeteria mengangguk sembari melirik berkas yang Sooyoung bawa.

“Sooyoung~ah , kau tak memberikan berkas itu dulu?” Tanya Ajjumha sembari meracik makanan yang dipesan Sooyoung. “Aniyo Ajjumha! Aku lapar” sahut Sooyoung suaranya kali ini agak serak.

Ajjumha menganggukan kepala dan tidak bertanya lagi saat melihat tampang kesal Sooyoung saat melihat direktur perusahaan berjalan kecafetaria. “huh…” dengus Sooyoung sembari memalingkan wajahnya.

“Mrs. Choi aku tak menggajimu untu makan disini apalagi sekarang masih pagi” ujar suara tegas dibelakang Sooyoung. Sooyoung hanya mengumpat dalam hatinya mendengar ocehan tak jelas dari Atasannya. “Mrs. Choi apakah kau tak mendengarku”

Kyuhyun mulai kesal karena (lagi-lagi) Sooyoung tak mendengar ucapannya. Namja itu lalu duduk disamping Sooyoung. “Sajangnim , kenapa kau ada disini?” Tanya Sooyoung datar tanpa mengalihkan pandangan.

Kyuhyun menghela napas. “apakah kau perlu tahu” balas Kyuhyun ikut datar. Sooyoung hanya diam akan tetapi umpatannya makin menjadi-jadi –tentunya ia mengumpat didalam hati.

Ajjumha itupun membawa beberapa makanan yang dipesan Sooyoung beserta minumannya. Kyuhyun hanya melongo melihat pesanan yang bejibun banyaknya. “Choi Sooyoung , apakah kau yakin memesan makanan segitu banyaknya?” Tanya Kyuhyun polos setelah Ajjuma meninggalkan mereka berdua.

Dengan polosnya Sooyoung menjawab. “apakah kau perlu tahu” sahut Sooyoung menirukan gaya Kyuhyun tadi yang datar. Kyuhyun kembali mendengus , seharusnya tadi ia tak kesini. Tapi karena melihat Sooyoung kesini ia juga ikut kesini. Aneh.

***

Minho mengemas pakaiannya dengan setengah hati. Well , sebenarnya ia berangkat 3 hari lagi. Tapi Ommanya menyuruhnya agar sekarang mengemas pakaiannya. Minho sempat protes kepada Ommanya , apakah Omma mengusirnya sehingga ia harus segera mengemas pakaiannya.

Tapi Ommanya menjawab dengan enteng. “AIgoo Minho~ya , bukankah sekarang kau tak ada kerjaan bukankah lebih baik kau mengemas pakaian dan aku tak mengusirmu anakku sayang” ujar Omma Minho sembari tersenyum.

Minho terdiam sejenak saat ia mengambil sebuah kotak dari lemarinya. Kotak itu tampak berdebu dan warna kotak itu sedikit kusam. Minho menghapus debu itu menggunakan lengan kausnnya yang panjang.

Namja itu tercenung ketika melihat sebuah photo tertempel dibawah kotak tersebut. photo dirinya dan Sooyoung sewaktu SMA dulu. Photo itu diambil oleh teman-temannya saat ia menyatakan cinta kepada Sooyoung.

Ia lalu membuka kotak itu , lagi-lagi namja itu tercenung. Dikotak itu tersimpan banyak kenangan antara ia dan Sooyoung. Minho mengambil sebuah kalung berbentuk setengah hati , ia ingat kalung setengah hati yang lain ia berikan untuk Sooyoung,

“Soo~ah apakah kau masih menyimpan kalung itu..?” desah Minho. Namja itu lalu meletakkan kalung itu kedalam kota. Ia memandangi semua barang-barang yang berada didalam kotak tersebut dengan wajah sendu. “apakah masa itu tak akan bisa terulang kembali..”

Minho lalu menutup kotak itu , ia meletakkan kembali kotak itu kelemari tempat ia menemukan kotak kenangan antara ia dan Sooyoung. Lagi-lagi namja itu memandangi kotak itu cukup lama hingga ia menghela napas. “selamat tinggal chagiya aniyo noona”  desis Minho.

***

Pada waktu bersamaan. Jiyeon juga tengah mengepak barang-barangnya dibantu dengan Ommanya. Well , maklum saja kebutuhannya pasti lebih banyak dari kebutuhan pria , maka dari itu ia meminta bantuan Ommanya.

“Jiyeon~ah , Omma kebelakang dulu eoh” kata Omma Jiyeon sembari beranjak berdiri. Jiyeon menganggukan kepala sembari tetap mengurusi pakaiannya yang masih berserakan diatas tempat tidurnya.

Sebenarnya bisa saja ia membawa semua pakaiannya. Tapi bukankah di U.S.A lebih banyak pakaian yang lebih bagus dari ini , mengapa ia harus repot-repot membawa baju yang memang sudah agak lama ke U.S.A. alhasil , Jiyeon hanya mengemas pakaian yang menurutnya cocok dengan style U.S.A.

“Omma…, apakah Omma dan Appa akan sering mengunjungiku kesana?” Tanya Jiyeon kepada Ommanya. Sekarang ia berada dibalkon apertementnya sembari duduk sambil menyesap juice dingin yang dibuatkan Ommanya.

Omma Jiyeon memalingkan wajah kearah Jiyeon. Yeoja paruh baya itu tersenyum “tentu saja Uri Jiyeonnie , Canada—U.S.A… tak jauh sama sekali” rujuk yeoja paruh baya itu. Jiyeon kembali menganggukan kepalanya.

Ia menelungkupkan wajahnya kemeja. “Aigoo~ aku rindu dengan anak-anak” desah Jiyeon. Yeoja cantik itu lalu menghembuskan napas dan mengeluarkan. “Omma.., apakah  aku boleh ke Korea sesuka hatiku” Tanya Jiyeon polos.

Omma Jiyeon membulatkan matanya. “Aish! Jiyeonnie , apakah kau tak pernah berpikir berapa biaya ticket yang harus kau keluarkan hanya untuk bolak balik Korea—U.S.A” sungut Omma Jiyeon sembari meletakan gelas ke meja.

Jiyeon nyengir sambil meminum juice nya yang masih tinggal setengah itu. “well , aku keluar sebentar Omma..” ucap Jiyeon tiba-tiba. Omma Jiyeon menganggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangan kearah TV yang sedang ia tonton.

***

Namja itu terlihat tengah menghembuskan napas putus asa. Tak ia pedulikan panggilan masuk dari handphonenya. Well , karena ia tahu kalau yang menghubunginya adalah Appanya. “Minho~ssi” ucap seseorang sembari memegang bahu Minho.

Minho tersentak kaget. Ia membalikkan badannya  didapatinya seorang yeoja berdiri sembari tersenyum kaku kearahnya. “Jiyeon~ssi” desis Minho.

“oh , silahkan duduk” kata Minho canggung sembari mempersilahkan Jiyeon duduk disampingnya. Jiyeon menganggukan kepalanya lalu duduk disamping Minho.

“Anu.., apakah kau ada masalah?” Tanya Jiyeon agak gugup. Jujur saja , baru kali ini ia melontarkan pertanyaan yang mungkin lebih privasi kepada Minho. Jiyeon melirik Minho sekilas , ia melihat perubahan raut wajah Minho menjadi kesut.

ZRRRRRRRRRRRRRRR

“eh…”

Minho maupun Jiyeon sontak terkejut mendengar bunyi aneh dari perut Jiyeon. Sejurus kemudian , Minho tertawa pelan. Ia menarik Jiyeon melangkah pergi dari taman. “Kajja , kita makan” ajak Minho . Jiyeon mengangguk malu.

Aish ,malunya , batin Jiyeon. Wajah yeoja itu terlihat memerah akibat genggaman tangan Minho.

***

Kyuhyun tersenyum setan melihat Sooyoung yang terus menggerutu tak jelas. “kau kenapa suka menggerutu setiap kali bertemu denganku?” Tanya Kyuhyun nada suaranya lebih lembut dari biasanya.

Sooyoung melirik atasannya sekilas lalu menatap lurus. “Aku kesal dengan mu sajangnim” jawab Sooyoung sekenanya. Kyuhyun menganggukan kepala , ia menginjak pedal gasnya agak kuat.

“omo~ Sajangnim , kau membuat jantungku nyaris copot” ucap Sooyoung sembari memegang dada kirinya. Kyuhyun kembali tersenyum setan. “Aku kesal denganmu” balas Kyuhyun menirukan gaya Sooyoung.

Sooyoung memanyunkan bibirnya. “kenapa kau tak pernah kreatif , Sajangnim” sindir Sooyoung sinis. Kyuhyun tergelak. Ia menepikan mobilnya didepan sebuah café , Sooyoung membulatkan matanya. “EH? Kenapa kita kesini?” kata Sooyoung.

Kyuhyun memalingkan wajahnya kearah Sooyoung. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung , otomatis membuat Sooyoung kaget setengah mati dengan perlakuan atasannya itu. Sooyoung mulai merasakan hembusan napas hangat Kyuhyun. Kyuhyun menyeringai. “Sooyoung~ssi , kau harus sopan dengan ATASANMU” ucap Kyuhyun dengan memberikan penekanan pada kata ‘atasan’.

Sooyoung mendongak kesal. “sekarang , kita turun” tambah Kyuhyun dengan suara seperti memerintah. “Tapi…”

Kyuhyun berbalik lalu menatap tajam kearah Sooyoung membuat Sooyoung bergidik. “Kalau kau tidak turun , Kau akan kucium” ucap Kyuhyun seraya mendekatkan wajahnya kewajah Sooyoung Membuat  wajah gadis itu bersemu merah.

“EHHH!!!”

***

Jiyeon memakan steak dengan sangat lahap , Minho tak henti-hentinya tersenyum melihat tingkah makan Jiyeon yang menurutnya sangat mirip dengan seseorang. Bedanya Jiyeon makan hanya sedikit tapi kalau orang itu memiliki nafsu makan yang tinggi.

“apakah kau begitu lapar?” Tanya Minho menyodorkan tisu ke Jiyeon. Jiyeon mendongak , yeoja itu lalu mengangguk malu. “begitulah~ aku baru saja berkemas-kemas” jawab Jiyeon sembari menerima sodoran tisu dari Minho.

Minho menyesap coffee pesanannya. “berkemas..? kau mau kemana?” Minho kembali bertanya. “Aku mau melanjutkan kuliah ke U.S.A” balas Jiyeon.

Minho menganggukan kepalanya. “Minho~ssi , Gomawo~ waktu itu kau membantuku” ucap Jiyeon. Ia teringat akan kejadian beberapa bulan yang lalu saat Minho tak sengaja menabraknya dan saat Minho mengantarkannya kerumah sakit.

Minho menautkan alisnya mencoba mengingat. “Akh! Cheonmayo , itu juga salahku. Mianhe aku hampir menabrakmu” kata Minho sopan. Jiyeon tersenyum manis kearah Minho , yeoja itu lalu memalingkan wajahnya.

Jantungku , batinnya.

***

“Sajangnim , Aku tak lapar. Lagi pula bukankah meeting akan dimulai setengah jam lagi” protes Sooyoung sembari mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun. Kyuhyun tak menghiraukan protesan Sooyoung. Ia malah mengandeng Sooyoung agar lebih cepat untuk masuk ke restaurant itu.

“Kau masu pesan apa?” Tanya Kyuhyun ketika mereka berdua telah duduk dikursi yang paling pojok. Sooyoung menggelengkan kepalanya.

“Yakin? Baiklah”

Sooyoung memalingkan wajahnya tempat lain tanpa memperdulikan ocehan tak jelas dari Kyuhyun. Matanya seketika terbelalak ketika melihat sosok namja tengah tersenyum kearahnya , oh bukan kearah yeoja lain. “Minho~ya” desis Sooyoung.

Kyuhyun melirik kearah Sooyoung yang tampak memandang intens sorang namja. “siapa yang kau lihat?” kata Kyuhyun.

Sooyoung tak mengacuhkan Kyuhyun, ia malah samakin memandang intens Minho bersama seorang yeoja tak ia kenal. “Akh~ akhirnya makanan datang” ujar Kyuhyun riang dan melupakan apa yang ia Tanya tadi kepada anak buahnya.

“Aish~ kau tak menghiraukan atasanmu eoh?” kata Kyuhyun mulai geram. Tapi Sooyoung masih tak menatapnya. “baik kalau begitu”

Kyuhyun menyendokkan makannya untuk Sooyoung, mau tak mau Sooyoung melirik kearah Kyuhyun. “makan…” perintah Kyuhyun sembari terus menyodorkan makanan kemulut Sooyoung.

Sooyoung menggeleng. “Ani Sajangnim” tolak Sooyoung halus. Entah kenapa, ia tak bernafsu meladeni atasannya untuk mengoceh bersama atau yang lain. Apakah ia sakit hati melihat Minho bersama yeoja lain?

Entahlah.

“harus…” perintah Kyuhyun lebih sangar. Sooyoung yang melihat tatapan Kyuhyun berubah semakin seram , buru-buru membuka mulutnya.

“itu baru yeojaku” kata Kyuhyun sembari tersenyum lebar.

“EH..”

***

“Minho~ya” pekik Kyuhyun ketika berpapasan dengan Minho dan Jiyeon saat keluar. Sooyoung menekukkan kepalanya agar Minho tak mengenalinya. Minho tersenyum kearah Kyuhyun begitu pula dengan Jiyeon.

Oh tampaknya Minho belum sadar siapa yeoja yang berada disamping Kyuhyun. Sooyoung menggigit bibirnya , demi Tuhan ia ingin segera meninggalkan tempat itu.

“Oppa , siapa yeoja cantik disampingmu?” Tanya Jiyeon sembari tersenyum kepada Sooyoung. Sooyoung membalas senyuman Jiyeon kaku. Minho yang melirik yeoja yang berada disamping Kyuhyun langsung membulatkan matanya. Sooyoung, desisnya.

Kyuhyun tersenyum. “Choi Sooyoung , calon yeojaku” kata Kyuhyun dengan percaya diri. Sooyoung membelalakan matanya kaget dengan perkataan aneh Kyuhyun.

“Waa Oppa , Kau beruntung sekali punya yeoja secantik dia” puji Jiyeon sembari mengulurkan tangannya kepada Sooyoung. “Park Jiyeon , Imnida~” ucap Jiyeon riang sembari tersenyum menambah kecantikan yeoja itu.

Sooyoung mau tak mau ia membalas uluran tangan yeoja yang bernama Jiyeon itu. “Choi Sooyoung” balas Sooyoung. Jiyeon menganggukan kepala dan menyikut lengan Minho yang berdiri disampingnya. “Minho~ssi, kau tak mau berkenalan dengan yeoja cantik ini?”Tanya Jiyeon.

“Eh”

“Choi Minho” kata Minho langsung tanpa mengulurkan tanganya pada Sooyoung. “Choi Sooyoung” balas Sooyoung. Entah kenapa saat mereka bercakap ,terasa aura kaku dan saling enggan untuk berbicara padahal mereka adalah kakak adik satu ayah.

***

I Don’t know why? I can’t move on

“Sooyoung~ssi, bisakah kita berbicara empat mata?” Tanya Minho saat Sooyoung dan Kyuhyun akan pergi. Jiyeon dan Kyuhyun sentak terkejut , begitu pun dengan Sooyoung. “EH..?”

“please, Noona” desis Minho.

Sooyoung menganggukan kepala akhirnya dan mengikuti Minho dari belakang.mereka saling diam tak ada yang mulai pembicaraan sampai Minho menghentikan langkahnya didekat taman restaurant. “Sooyoung~ya , Aku akan ke USA untuk waktu lama” ucap Minho tanpa melirik Sooyoung.

United State Of America , kenapa harus ke Negara itu? Ingin sekali Sooyoung berteriak agar Minho jangan pergi, jangan meninggalkannya lagi. Bukankah mereka baru bertemu beberapa bulan ini dan kenapa Minho harus balik kesana lagi. Apakah Minho begitu membencinya?

“Aku akan memimpin perusahaan Appa disana” sambung Minho yang seakan tahu tatapan Sooyoung. “berapa lama?” Tanya Sooyoung , terdengar nada tak ikhlas dari nada bicaranya. Minho tersenyum , oh tuhan baru kali ini Sooyoung melihat Minho tersenyum. Senyuman yang sudah lama tak ia lihat lagi.

“4-5 years” jawab Minho.

Sooyoung meganggukan kepalanya. Selama itukah?, batin Sooyoung.

“Sooyoung~ya , boleh kah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya?” pinta Minho. Sooyoung membulatkan matanya tapi seketika ia terdiam melihat tatapan sendu dari Minho. “I Beg”

Yeoja itu menganggukan kepalanya.

Minho memeluk Sooyoung cukup erat. Sooyoung berniat ingin membalas pelukan Minho, tapi ia ragu. Apakah ia boleh menyentuh Minho?

***

Tampak dari sudut bandara incheon , seorang yeoja tengah berlari sembari memegang satu koper besarnya dan menyandang tas pinggang. Dapat dipastikan yeoja itu datang terlambat, well ia memang bangun kesiangan tadi pagi.

Padahal ia akan berangkat ke U.S.A untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. “Aish! Jeongmal” desisnya saat kopernya menyenggol kaki seorang namja jakung.

“Mianhata , Tuan” ucap Jiyeon sembari membungkukkan badan meminta maaf. Namja jakung itu hanya tersenyum. “Gwenchana Jiyeon~ssi”

“Eh! Minho~ya?” pekik Jiyeon membuat banyak pasang mata melirik kearahnya. “tak perlu sekaget itu , oh mianhe Jiyeon~ssi. Pesawatku kurang dari 10 menit lagi akan berangkat, jadi aku..”

“aku juga , bye” potong Jiyeon. Ia kembali ingat soal keberangkatan pesawatnya kurang dari 10 menit lagi. Ia mesti cepat-cepat check in , sebelum pesawat akan leading.

***

Yeoja itu masih terlihat duduk dibalkon perusahan sejak 24 menit yang lalu. Sesekali ia mengandahkan kepalanya untuk melihat keatas. Bukan , ia bukan ia melihat langit biru. Ia bermaksud ingin melihat pesawat , pesawat yang memberangkatkan Minho ke USA.

Yeah , itulah tujuan yeoja ini.

Tak jauh dari tempat yeoja itu. Seorang namja memperhatikan yeoja itu dari pintu balkon , jujur saja. Ia cukup penasaran dengan apa yang dinanti oleh yeoja itu , entahlah ia bukan bermaksud ingin tahu privacy yeoja ini.

Tapi ia hanya , err well memang namja ini sangat ingin tahu lebih banyak tentang yeoja ini. Yeoja yang beberapa minggu ini menjadi sekretaris pribadinya. Choi Sooyoung , Ya itulah yeoja yang tengah ia perhatikan.

Ia tak tahu kapan detail ia mulai menyukai yeoja itu. Tapi , rasa sukanya bermula dari sebuah rasa penasaran yang amat sangat.

***

“Huh , Hampir saja” desis Jiyeon. Jiyeon lalu berlari kecil masuk pesawat. Sesampai disana ia kebingungan mencari kursi yang rata-rata  hampir penuh. Oh , disudut ada yang kosong , batinnya.

Ia segera berjalan cukup cepat menuju kursi penumpang yang kosong tersebut. “Akh , Akhirnya” ujarnya lega usai duduk dikursi penumpang.

Jiyeon tak menyadari seorang namja yang berada disampingnya , ia malah bergelut dengan pikirannya tentang apa yang akan ia lakukan di USA nanti.

“Omo~ , ini sangat menakjubkan” kata Jiyeon lagi. Yeoja ini, tak henti-henti berceloteh sendiri. Ia tak sadar kalau sedari tadi banyak pasang mata yang melihatnya.

Namja yang duduk disamping Jiyeon membuka matanya dan menyingkirkan topi hitam yang sedari tadi menutupi wajah tampannya itu. “Yak! Kau berisik sekali” gerutu namja itu.

Jiyeon menoleh kearah namja yang menggerutu kepadanya. Seketika ia membulatkan matanya , dan nyaris saja berteriak kalau seandainya namja itu tak menutup mulutnya.

“ternyata kau lagi Jiyeon , hahaha~” ujar Minho sembari tertawa. Minho lalu menjitak kepala Jiyeon kemudian. “Kau menganggu tidurku , Aish!” sambung Minho.

Jiyeon mengerucutkan bibirnya. “Aww , Mian mian” kata Jiyeon.

“makanya jangan buat keributan lagi , ini dipesawat” kata Minho lagi. Jiyeon menganggukan kepalanya. “Emm , Minho~ssi ternyata kita satu pesawat haha”

“Ne , kau benar”

“Tujuan mu kemana ?”

“Los Angeles dan kau?”

“Los Angeles too”

“waw kita jodoh , Jiyeon~ssi , oh tunggu kau lahir tahun berapa?” Tanya Minho yang entah kenapa mulai tak nyaman memanggil Jiyeon dengan akhiran belakang yang terlalu formal. Padahal ia sudah cukup dekat dengan Jiyeon.

“93 , dan kau?”

“91 , kau harus memanggilku Oppa” ucap Minho tegas.

“kalau aku tidak mau” tantang Jiyeon dengan wajah meledek. Minho lagi-lagi menjitak Jiyeon untuk kedua kalinya. “Aku cium kau” ujar Minho.

“Jangan Aku masih perawan”

Minho geleng-geleng kepala melihat tingkah Jiyeon. Ia tak menyangka kalau Jiyeon bakal seperti ini. Ia kira Jiyeon adalah anak pendiam , lugu dan polos. Ternyata Jiyeon cukup cerewet , sedikit alay {} dan cukup asik.

Persis dengan Sooyoung 3 tahun yang lalu , batin Minho.

***

“wah , itu mungkin pesawat Minho” ujar seseorang sembari menunjuk keatas langit tepatnya sebuah pesawat yang tengah terbang diangkasa. Sentak , yeoja yang sedari tadi menunggu pesawat itu beranjak berdiri dan mengandahkan kepalanya.

“He is Gone” desis yeoja itu. Yeoja cantik itu menundukkan kepalanya setelah itu dan terduduk dilantai balkon. “Who?”

“Eh? Sajangnim , kenapa kau ada disini?” Tanya Sooyoung yang terkejut melihat Kyuhyun yang tengah berdiri dihadapannya. Kyuhyun tak menggubris pertanyaan Sooyoung ia malah melanjutkan pertanyaan yang ia ajukan.

“Who’s He? Minho or who?” desak Kyuhyun.

“Sajangnim , kurasa tak ada yang perlu kau ketahui” ujar Sooyoung berusaha tenang. Kyuhyun mengenggam tangan Sooyoung membuat Sooyoung menatap Kyuhyun kebingungan. “Yak! Kau tak pernah tahu perasaanku kepadamu? Hah?”

“Sajangnim aku tak mengerti apa yang kau bicarakan”

Kyuhyun menghela napas. “Aku mencintaimu , dan itu yang membuatku ingin selalu dekat dengamu” aku Kyuhyun. Sooyoung terdiam , ia tak menyangka atasannya yang setan itu menyukainya.

Padahal ia merasa kalau atasannya itu sangat membencinya. “Kau Lupakan Namja itu dan Belajarlah Mencintaiku”

Usai mengatakan hal itu Kyuhyun memeluk Sooyoung. Sooyoung tak membalas maupun menolak pelukan itu. Karena well , ia memang butuh sebuah pelukan untuk membuat jiwanya tenang.

Dan entah kenapa pelukan Kyuhyun membuat hatinya terasa tenang. Aneh , bukankah ia selalu bertengkar dengan atasannya yang sombong ini.

Apakah hatinya akan bertaut kepada Kyuhyun? Entahlah , ia masih ragu akan hal ini. Yang jelas , ia akan mulai belajar melupakan Minho dan menganggap Minho hanya sebagai adik. Ya adik dan memulai hidup baru bersama dengan namja pilihannya.

THE END

ANNYEONGHASEO *bow

MIANHE telat nge postnya😦 dan jeongmal mianhe FF nya ancur binti ancur

Well , Karena akan dipecah jadi dua FF untuk kelanjutan cerita ini. Reader maunya Couple siapa yang duluan bakal dibuat? Minji Couple atau KyuYoung Couple?😀

Oh ya Blog ini mau Ulang tahun yang pertama lo *tebar bunga. Kekeke~

Makasih buat reader yang masih setia nunggu FF Author dan sempat berkunjung ke blog author ^^~

Jeongmal Gomawo~

@fadhilafayuci

48 thoughts on “You Heart Is My Pinata | 5th {END}

  1. Mian br koment di part ini…
    End ny menurutku agak gantung…
    Sequel donk thor,
    lanjutin kisah kedua pasangan ini..

  2. Udh end, tp msh penasaran ama hub mrk berempat. Sequalnya ditunggu, yg KyuYoung couple aja dulu kan mrk yg paling tua, hahaha

  3. Udh ending,tp msh penasaran ama hub mrk berempat. Q tunggu sequelnya yah. Kyu n Sooyoung couple duluan aja dulu,mrk berduakan yg plg tua.^^

  4. Dilla MINJI COUPLE dlu donk,,ya ya ya
    eon tnggu bnget pokokny…
    Ya dilla yg cantik baik MINJI COUPLE dlu yg d bwt…
    Azza azza faigthing.. :->

  5. huaaaaaaaaaaaaaa……………
    kok udah tamat sihhhhhhhhhhhh?
    after storynya dong, biar gak ngegantung cerita nya heheeeeeeeeeeeeeee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s