ChangSoo In Love [Oneshoot]

Title       : ChangSoo In Love

Author  : @fadhilafayuci

Cast       : Shim Changmin and Choi Sooyoung

Genre   : Romance

poster   : @chacha_26 & fyeahshikshincouple.tumblr.com

***ChangSoo In Love**

Kau berbeda

Kau begitu luar biasa

Karena itu aku memilihmu

Namja itu tersenyum kecil melihat yeojanya terjatuh dari sepeda. Namja itu lalu berlari kecil menghampiri yeoja itu dan membantunya. Sambil tertawa kecil namja itu membantu yeojanya , sang yeoja menampakan wajah cemberutnya kepada namja itu.

“aigoo padahal sedikit lagi” ujar namja itu sambil tertawa meledek. Yeoja itu mengembungkan pipinya kesal. “Aish! Jangan meledekku lagi” kata yeoja itu masih dengan wajah cemberutnya , namja itu mencubit pipi yeojanya lalu tersenyum.

“Sooyoung~ah , ayo dicoba lagi” kata namja itu sembari merangkul hangat yeoja yang bernama Sooyoung itu. Sooyoung kembali menampakkan wajah cerianya. “Ne , Changmin Oppa” sahutnya , Sooyoung kembali menaiki sepedanya dibantu oleh Changmin.

Changmin mendorong sepeda yang dinaiki Sooyoung cukup pelan , sementara itu Sooyoung mulai mengayuh sepedanya dengan semangat yang mengebu-gebu. Well , yeoja ini memang belum bisa membawa sepeda, maka dari itu ia meminta Changmin mengajarinya.

“Ayo Sooyoungie~ sedikit lagi” teriak Changmin yang sudah tertinggal dibelakang. Sooyoung tak menghiraukan Changmin , ia malah mempercepat laju sepedanya. Dan , akh ia sudah hampir bisa. “Omo~ aku sudah bisa , Oppa aku bisa” teriak Sooyoung girang.

Dari kejauhan terlihat  Changmin tengah tersenyum kepada Sooyoung , namja ini tak henti-henti mengalihkan pandangan dari Sooyoung.

Orang-orang yang melihat tatapan perhatian Changmin yang ditujukan kepada Sooyoung pasti mengira bahwa Changmin sangat mencintai Sooyoung. Dan itu memang benar, Changmin sangat mencintai Sooyoung. Bukan karena fisik atau apapun , tapi mencintai seorang Choi Sooyoung apa adanya.

***

“Saranghae” ucap Changmin.

“uhuk”

Sooyoung tiba-tiba tersedak mendengar ucapan Changmin yang begitu tiba-tiba. Ia segera meminum air putih yang berada didekatnya. Setelah itu ia menatap Changmin, tak cukup sedetik. Yeoja itu memalingkan wajahnya yang entah kenapa memerah.

“kenapa kau tak membalas menatapku?” Tanya Changmin heran.

“Aniyo , aku hanya…” Sooyoung mengantungkan kalimatnya dan mengigit bibir bawahnya , seriously yeoja ini sangat bingung. Changmin memang sudah berkali-kali mengucapkan hal itu dan juga menatapnya seperti itu.

Apa mungkin ia semakin mencintai namja yang sudah 3 tahun ini berada disampingnya? Sooyoung mengingat ucapan Taeyeon , kalau hubungannya dengan Changmin tak akan bertahan lama . Tapi mungkin ucapan Taeyeon salah , semakin hari Sooyoung maupun Changmin semakin mesra bukan dikatakan sering bersentuhan atau apapun.

Tapi dengan tatapan mata dari keduanya bisa tergambar kalau keduanya saling mencintai dan juga dengan tingkah laku mereka.

***

Can I ?

Changmin menghela napas berat. Rasa letih sehabis pulang kerja cukup membuatnya sedikit frustasi. Karena ia tak dapat bertemu dengan Sooyoung hari ini dan juga setelah mendengar omongan rekan-rekannya yang sedikit membuat telinganya panas dan juga iri.

“Changmin , kapan kau menikah? Masa kau kalau dariku? Haha”

“betul kata Junsu, bukannya kau lebih dulu pacaran dengan yeojamu? Kenapa tak kau lamar saja? Seperti Junsu yang sudah melamar Taeyeon. Haha”

Changmin merebahkan tubuhnya ketempat tidur King Sizenya , ia memikirkan ucapan para hyungnya yang menyuruhnya untuk segera melamar Sooyoung.

Ia takut , kalau seandainya Sooyoung menolaknya dengan alasan belum siap. Ya , ia mengkhawatirkan ucapan Sooyoung setahun yang lalu saat Changmin mencoba untuk melamar Sooyoung. Pengecut? Ya memang , namja ini memang sangat pengecut.

Tapi ia juga ingin Sooyoung menjadi miliknya selama-lamanya dan tak ingin Sooyoung diganggu namja. Changmin beranjak bangun dari tempat tidurnya , tiba-tiba kerongkongannya terasa kering.

Namja itu lalu berjalan kedapur , setiba didapur. Ia membuka kulkasnya dan mengambil sebotol air putih dan langsung meneguknya sampai habis. “Huah , tampaknya aku memang kehausan” desis Changmin setengah tertawa.

Changmin meletakkan botolnya kemeja , lalu kembali berjalan kekamarnya. Disepanjang jalan menuju kamar Changmin , banyak tertempel photo-photo dirinya bersama Sooyoung. Walau memang tak mengisi seluruh ruangan , tapi disatu titik terletak photo dirinya bersama Sooyoung yang tengah berciuman dimusim salju.

Photo yang diambil December 3 tahun lalu , Changmin tersenyum kecil mengingat kenangan itu. Baginya kenangan itu sungguh yang paling mengesankan karena dihari itu ia menemukan cinta sejatinya.

***

Sooyoung menatap Changmin dari jauh sambil tersenyum. Terlihat dari jauh Changmin tengah tergesa-gesa masuk kemobilnya dengan membawanya banyak dokumennya. Sebenarnya Sooyoung ingin membantu Changmin , tapi sepertinya akan cukup menganggu.

Sooyoung melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti beberapa menit untuk melihat Changmin, hatinya sangat senang akhirnya bisa melihat Changmin walau dari jauh. Memang sudah beberapa hari ini mereka belum bertemu karena kesibukan keduanya.

Sebenarnya karena kesibukan Changmin , Sooyoung hanya menyibukkan diri saja. Supaya Changmin tak merasa bersalah. Sooyoung mengambil earphone dari tasnya lalu menyumbat earphone bewarna biru itu ketelinganya.

I’ll Protect You

Lagu itu , ya lagu itu yang tengah Sooyoung dengar. Lagu yang pernah dinyanyikan oleh Changmin untuknya beberapa bulan yang lalu saat perayaan ulang tahunnya. Saat mendengar Changmin menyanyi itu , air matanya begitu saja mengalir.

Ia merasa seolah Changmin menyanyi dari hatinya dan memang berjanji untuk melindunginya. Entahlah itu yang ia rasakan beberapa bulan yang lalu.

Diakhir lagu Sooyoung menangis , seketika ia teringat saat Changmin melindungi dari insiden kebakaran 4 tahun yang lalu dan dari insiden itulah ia menjadi sangat dekat dengan Changmin dan beruntung menjadi kekasih Changmin sampai sekarang.

Sooyoung menyingsingkan sedikit lengan bajunya keatas , terlihat bekas luka bakar yang sudah tak terlihat lagi. Sooyoung menutup matanya , lalu kembali membuka matanya.

Dengan senyum yang mengembang diwajah cantiknya ia mendesis pelan. “Aku berjanji akan mencintai Shim Changmin selama-lamanya”

***

“Sooyoungie , Bogoshippoe” ujar Changmin sambil memeluk Sooyoung erat. Sooyoung tersenyum kecil lalu membalas pelukan Changmin yang sangat ia rindukan. “Nado Bogoshippoe Oppa”

“Yak, kalian jangan bermesraan didepanku” teriak Junsu dengan wajah kesal. Changmin dengan sangat terpaksa melepas pelukannya dari Sooyoung dan menatap tajam Junsu , membuat Junsu terdiam seketika. “Aish,aku kemobil dulu” ujar Junsu kemudian bebalik kemobil meninggalkan Sooyoung dan Changmin.

“Mianhe Oppa” ujar Sooyoung kepada Junsu. Changmin tertawa kecil melihat tingkah Junsu , ia lalu merangkul Sooyoung. “jangan dipikirkan chagi~ , biarkan saja dia” kata Changmin sembari tertawa besar membuat Junsu yang mendengarnya merutuk Changmin habis-habisan.

Sooyoung menganggukan kepala lalu tersenyum manis karah Changmin. “Oppa~ , bagaimana pekerjaanmu?” Tanya Sooyoung lembut. Seketika wajah Changmin berubah cemberut , Sooyoung yang menyadari perubahan raut wajah Sooyoung langsung meminta maaf kepada Changmin.

“Mianhe Oppa , Jeongmal Mianhe” kata Sooyoung. Changmin mengerutkan keningnya , kenapa yeojanya meminta maaf padanya. “untuk apa? Kau tak salah apa-apa chagi” ujar Changmin sambil menyium pipi Sooyoung membuat pipi Sooyoung memerah.

“masalah pekerjaanku jangan dibahas chagi~ sekarang kita membahas tentang masa depan kita berdua” ucap Changmin serius. Sooyoung menatap Changmin dengan perasaan yang campur aduk.  Apakah Changmin oppa akan melamarku lagi, batin Sooyoung.

“Marry Me?”

***

Suasana diruangan itu cukup sepi. Seorang yeoja yang menggunakan gaun pengantin berwarna putih tampak sedang duduk didalam ruangan yang juga serba putih , well yeoja itu tengah menunggu Appanya untuk menjemputnya.

Yeoja itu , Sooyoung menutup matanya lalu membuka perlahan. Tepat saat seseorang membuka pintu ruangan itu. Tampak Appa Sooyoung tengah tersenyum bagai malaikat , Sooyoung membalas senyuman Appanya sembari beranjak berdiri dibantu oleh Appanya.

“kau sudah siap sayang?” Tanya Appa Sooyoung sambil mengandeng tangan anaknya. Sooyoung menganggukan kepalanya mantap , walau.., ya dapat diliat yeoja itu begitu tegang. Maklum saja ini yang pertama baginya dan mungkin untuk terakhir kalinya.

Sooyoung terkesima melihat penampilan Changmin dari jauh. Changmin menggunakan tuxeso hitam dengan kemeja putih didalamnya membuatnya semakin tampan dan memancarkan aura yang begitu cerah.

Detak jantung Sooyoung semakin kencang saat tangannya digenggam erat oleh Changmin. Sooyoung mencoba menenangkan dirinya saat dirinya dan juga Changmin mulai menghadap pendeta.

Pendeta itu tersenyum kearah Sooyoung yang tampak tegang. Tak lama setelah itu terdengar suara dari pendeta yang bertanya kepada Changmin. “Shim Changmin~ssi…, Apakah kau bersedia menerima Choi Sooyoung~ssi sebagai istrimu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, bertanggung jawab dan member kasih sayangmu sebagai seorang suami dalam keadaan suka maupun duka sampai maut datang menjemput?”

Tanpa ragu dan dengan kepercayaan dirinya , Changmin menganggukan kepalanya. “Ya , saya bersedia” kata Changmin mantap.

Pendeta itu mengalihkan pandangannya ke Sooyoung. “Dan kau Choi Sooyoung~ssi , apakah kau bersedia menerima Shim Changmin sebagai suamimu dan menerima segala kelebihan maupun kekurangannya, mengabdi dan menjadi seorang istri yang patuh dan setia dalam suka maupun duku sampai maut datang menjemput?”

“Ya, Saya Bersedia” jawab Sooyoung sembari menganggukan kepalanya. Changmin yang mendengar itu tersenyum lebar.

Sooyoung dan Changmin sekarang saling berhadapan , senyuman mengembang terlukis diwajah sempurna mereka. Changmin memasangkan cincin putih dijari manis Sooyoung , begitu pula sebaliknya dengan Sooyoung.

“Ya,, Mulai saat ini saya nyatakan kalian resmi sebagai sepasang suami-istri. Tidak aka nada yang memisahkan ikatan diantara kalian berdua kecuali kematian. Saling mengasihilan hingga kalian tuda, dan berlakukan baik pada setiap anak-anak yang akan kalian miliki…”

Kedua pasangan itu mengangguk. Sekarang Changmin membuka tudung pengantin yang sedari tadi menutupi wajah cantik Sooyoung. Dapat dilihat wajah Sooyoung yang kini tengah tersenyum. Senyum kebahagian yang amat sangat.

“Saranghae…” ujar Changmin pelan lalu mencium bibir Sooyoung cukup lembut. Dapat dilihat Sooyoung membalas ciuman Changmin. Tak sampai beberapa menit Ciuman mereka telah selesai berganti dengan suara riuh para penonton.

Changmin dan Sooyoung saling memberikan senyuman terbaik mereka.

***

Bahagia ?

Ya aku bahagia memilikimu…

4 years old

“Oppa…., Jeongmal kau jangan berisik lagi” perintah Sooyoung kepada Changmin. Changmin menganggukan kepala lalu diam sambil mencuri pandang kepada bayi yang tengah merengek dipangkuan Sooyoung.

“Sudah sayang , uljima” ujar Sooyoung kepada bayinya yang bernama Shim MinYoung , bayi Sooyoung menghentikan tangisnya. Bayi cantik itupun terlelap tidur dipangkuan ibunya. Sooyoung yang melihat bayinya sudah terlelap tidur tersenyum kecil lalu meletakkan anaknya ketempat tidur.

Sooyoung kemudian mengarahkan tatapan mematikan kearah suaminya. “Yak, oppa ikut aku kedapur” ujar Sooyoung ketus. Changmin menganggukan kepala pasrah , kalau seandainya sebentar lagi ia akan kena marah istrinya.

Wajar saja , sebab tadi ia tak sengaja mambangunkan anaknya yang baru saja tertidur. Sesampai didapur , Sooyoung bertolak pinggang dan memandang sinis kearah Changmin. “Oppa , kalau sampai kau berbuat begitu lagi , jatah makananmu akan aku kurangi!!!”

Changmin membulatkan matanya. “Mwo? Jatah Makananku dikurangi…?”

Sooyoung menganggukan kepalanya. “Sooyoungieee , ANDHEWWWW!!” ujar Changmin histeris. Sooyoung tersenyum angkuh. “salah siapa membangunkan anak tengah malam” kata Sooyoung tak peduli.

Sooyoung lalu meninggalkan Changmin dengan senyuman evilnya. Changmin menundukkan kepalanya. “Soo…” panggil Changmin.

Sooyoung menghentikan langkahnya. “wae?”

“aniyo..” kata Changmin sembari menggeleng ketika melihat wajah evil Sooyoung. -__-

***

Hari sudah menunjukkan pukul 2 dini hari , tapi Sooyoung belum juga tertidur. Ia masih memperhatikan seorang namja tampan yang tengah tertidur disampingnya.

Shim Changmin , ya namja itu. Namja yang telah menjadi suaminya 4 tahun terakhir. Sooyoung memegang bekas luka bakar dileher Changmin perlahan. Ia menatap miris bekas luka itu , memang bekas itu tak tampak jelas. Tapi , Saat ia melihat kembali bekas itu. Ia kembali teringat kejadian 7 tahun yang lalu yang hampir membuat nyawanya melayang.

“Oppa.., Jeongmal Saranghae” bisik Sooyoung ketelinga Changmin.

***

Annyeong~

Author kembali dengan FF ChangSoo , mian cerita ngawur dari awal sampai akhir *bow

Seperti biasa jangan lupa coment dan like ya ^^

Gomawoo *tebar bunga*

15 thoughts on “ChangSoo In Love [Oneshoot]

  1. kyaaaaa….unnie
    ff nya keren,,

    ..unnie kapan-kapan kalo balik lagi bawa ff soomin dhunk sooyoung minho
    lagi suka nih ma pairing nyaa
    hehe

    ditunggu karya lainya unnie

  2. hua…
    So sweet…
    Lucu pas syoo ngomelin changmin gara2 bkin anaknya bangun,, tp ancamannya jatah makan dkurangin,,
    koplak bgt ni keluarga,,
    aku ngebyangin porsi makan mrka d meja makan kaya gmana ya.,
    keluarga shikshin…

  3. DILLA IS BACK !
    KYAAA CHANGSOO AKHIRNYA SETELAH SEKIAN LAMA {}
    HAPPY ENDING :’) jadi kangen pengen bikin ff changsoo lagi .
    ditunggu karyamu selanjutnya dilla🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s