Don’t Leave

Author             : @fadhilafayuci

Title                 : Don’t Leave

Cast                 : Choi Sooyoung , Shim Changmin And Kim Taeyeon

Genre              : Angst ._.

Length             : Oneshoot ~

Happy reading~

Gambar

I loved you toomuch to forget you – I still wait for you

Our time has stopped – it feels like you’re next to me

“hash dingin sekali” desah seorang perempuan berambut panjang. Perempuan itu tengah duduk disebuah kursi taman yang berada diantara pohon. Terlihat perempuan itu tengah mengosok-gosokkan kedua tangannya, agar tangannya lebih hangat.

Sesekali perempuan itu melihat jam tangan birunya. Helaan napas terdengar dari mulut perempuan cantik itu, terhitung sudah lebih 2 jam ia menunggu seseorang di taman ini. Sebenarnya ia bisa saja meninggalkan taman itu,tapi ia tak bisa. Karena ia yakin orang itu pasti akan datang.

“Aku yakin kau pasti datang Changmin oppa…” ujarnya lirih diiringi dengan air matanya yang mengenang dipelupuk mata indahnya itu. “Sooyoung, Kau harus tersenyum” kata perempuan itu menyemangati dirinya sendiri.

Usai mengucapkan itu Sooyoung menundukkan kepalanya sendiri. Ia megambil sebuah photo dari dalam tasnya. Photo dirinya bersama kekasihnya.

Tampak dari arah barat seorang laki-laki jangkung tengah berlari cukup cepat menuju bangku taman tempat Sooyoung tengah duduk. Laki-laki itu berhenti sebentar didekat pohon untuk mengatur napasnya yang terengah-engah akibat berlarian tadi.

Tak selang dari beberapa detik. Laki-laki itu berjalan mendekati Sooyoung sembari tersenyum walau ada rasa bersalah dihatinya karena ia terus terlambat saat berjanji dengan Sooyoung dan membuat Sooyoung terus menunggunya.

Terkadang ia merasa tak pantas memiliki Sooyoung. Pernah suatu kali ia bertanya alasan apa yang membuat Sooyoung menerimanya. Dan jawaban Sooyoung adalah “ Aku menerimamu karena Aku mencintaimu sepenuh hati dan apa adanya dari dirimu”

“Soo~ah” panggil laki-laki itu. Sooyoung yang merasa namanya dipanggil segera memutar kepalanya kebelakang melihat sosok laki-laki jangkung yang tengah tersenyum lebar kepadanya.

Sooyoung segera menghapus air matanya dan beranjak mendekati laki-laki itu. Ia seketika bahagia melihat sosok yang ditunggu muncul dihadapannya sambil tersenyum. Senyuman yang hanya diberikan untuknya.

“Changmin Oppa.., akhirnya kau datang juga..” ujar Sooyoung dengan suara cukup pelan.

Changmin merasa dadanya tiba-tiba sesak saat melihat mata Sooyoung yang memerah juga dengan suaranya yang melemah. “Soo, gwenchana” ujar Changmin khawatir. Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya lalu tersenyum.

“Gwenchana Oppa..” jawab Sooyoung sembari tersenyum.

Changmin menarik Sooyoung kepelukannya. “Mianhe jeongmal mianhe membuatmu menunggu lagi, jeongmal mianhe Sooyoung~ah” bisik Changmin. Sooyoung hanya diam, ia hanya mengeratkan pelukannya kepada Changmin.

***

This night is lonely baby don’t know why

My reflection in the mirror is like a crazy woman

Trembling as if she’s nervous – the great depth of my sadness makes tears flow

Sooyoung memeluk kedua lututnya. Sendiri.., mungkin itu kata yang tepat untuk mengambarkan perasaan wanita cantik ini. Selalu.., selalu ia merasa sendiri padahal ia mempunyai seorang kekasih yang sangat perhatian.

Tapi meski begitu , ia merasa sendiri dalam kesedihan yang sangat besar. Hingga air mata pun membanjiri pipinya. Sooyoung mengalihkan wajahnya kehadapan cermin, terlihat wajah bodohnya yang tengah menangis dicermin.

Ia lalu tertawa, tertawa seperti orang gila yang tak tahu apa penyebab ia tertawa. Tak ada yang tahu pasti ia kenapa. Mungkin hanya satu poin orang tahu tentang dirinya, yaitu ia sudah tak mempunya orang tua lagi…

“Omma , Appa jeongmal boghoshippoe…”

Entahlah ia tak mengerti ada apa dengan dirinya malam ini. Ia hanya berfirasat sebentar lagi  orang yang dicintainya akan meninggalkannya untuk selama-lamanya. Seperti kejadian 6 tahun yang lalu saat ia kehilangan orang tuanya selama-lamanya.

“Changmin oppa, jangan pernah tinggalkan Sooyoung…” desis Sooyoung sembari menundukkan kepalanya.

“aku tak mau sendiri aku tak mau kesepian lagi…”

***

Don’t leave, don’t make me cry, come back to me

“Mianhe Soo~ah, kita harus berpisah..” ujar Changmin dengan nada cukup lirih. Sooyoung membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan kekasih yang sangat ia cintai itu. Changmin mengenggam tangan Sooyoung lalu menatap mata Sooyoung sekejap.

“Mianhe..” kata Changmin lagi.

DEG

Sooyoung diam. Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini otaknya bahkan jiwanya sendiri tiba-tiba berhenti seketika. Dadanya terasa sesak. Sangat.

Seketika air mata kembali menghiasi wajah cantiknya itu, Changmin hanya menundukkan kepalanya. Ntahlah , sejujurnya ia masih mencintai Sooyoung. Tapi ia harus meninggalkan Sooyoung, karena sesuatu.

Sesuatu yang tak mungkin ia katakana.

“Jeongmal Mianhe..” ulang Changmin. Usai mengucapkan hal itu Changmin segera beranjak meninggalkan Sooyoung yang masih menangis. Changmin mengusap air matanya yang ternyata ikut turun.

“Pabo.. Namja pabo” ujar Changmin kepada dirinya sendiri,seolah mengutuk dirinya sendiri. Tapi apalah daya, semuanya telah terjadi ia tak akan bisa menarik kata-katanya kembali.

Changmin membalikkan badannya, ia menatap Sooyoung dari jauh. Ia lihat Sooyoung masih tak bergeming,tapi Changmin dapat melihat jelas buliran krystal membanjiri pipi Sooyoung.

Jangan menangis karena laki-laki bodoh sepertiku , Soo. Changmin membantin dalam hatinya sembari menatap miris Sooyoung.

***

If I erase your name that I long for, can all of your face be erased?

Sooyoung memegang dadanya yang bertambah sesak saat Changmin mengucapkan hal itu. Ternyata firasat buruknya itu terjadi, terjadi kembali menimpannya. Menimpa seorang wanita malang seperti dirinya.

Sooyoung menuntup kedua matanya dan menghirup udara sekuat-kuatnya lalu membuangnya. Ia lalu membuka matanya dan mengerjapkan matanya. Mencoba menyesuaikan penglihatan yang sempat kabur akibat tangisannya.

“SHIM CHANGMIN , bisakah aku menghapus namamu dari benak juga hatiku , bisakah aku benar-benar lupa akan semua tentang dirimu. Wajahmu, sifatmu dan semua tentang dirimu yang aku cintai. Bisakah aku?”

***

If I hide my tears in the falling rain, can all of our memories be hidden?
Hujan mengenangi hampir seluruh wilayah kota seoul. Tampak seorang wanita cantik tengah berjalan menempuh derasnya hujan tanpa memakai mantel hujan atau jaket.

Wanita itu-Sooyoung tak henti-henti mengeluarkan air matanya. Entahlah sekarang ia merasa benar-benar sendiri. Sendiri karena kekasih yang sangat ia cintai meninggalkannya tanpa alasan yang jelas.

Dan ya , ia sekarang memang sendiri. Ia tak punya orang tua , kekasih ataupun sahabat. Mungkin ia adalah manusia yang paling tidak beruntung di dunia.

“CHANGMIN OPPA !! WAE!?” teriaknya frustasi. Ia terduduk ditengah jalan sambil tetap menangis. Tak ada yang peduli padanya , melihat dirinya saja orang enggan.

Memori tentang kenangannya bersama Changmin mulai berputar diotaknya, mulai dari saat awal pertemuan ia dan Changmin hingga saat Changmin memutuskannya secara sepihak.

Hari semakin malam tapi Sooyoung tak kunjung pulang kerumahnya. Ia masih berdiam diri di taman sampai hujan deras tadi berhenti. “Sebenarnya aku hidup untuk apa?” decak nya.

Wanita itu mulai berdiri , langkahnya mulai sempoyongan saat mulai menyebrangi zebra cross. Ia mengerang kesakitan dikepalanya yang entah kenapa tiba-tiba terasa sangat sakit. “ARGHHHH!!!!”

“SOOYOUNG!!!” teriak seseorang yang melihat Sooyoung tengah memegangi kepalanya dan berhenti ditengah jalan saat lampu sudah berwarna merah.

“YAK, AWAS!!”

Sooyoung merasa tubuhnya didorong seseorang ke trotoar dan ia mendengar suara tubrukan yang sangat keras. Entah kenapa ia merasa firasat buruk  saat mendengar tubrukan keras dibelakangnya.

Hendak ia ingin beranjak berdiri. Tapi ,matanya tiba-tiba terpejam..

***

can’t let go of the string of fate, I can’t just let you go like this

Though I shout and shout to call you out, I don’t know where you are

Sooyoung membuka perlahan matanya. Dilihatnya seseorang yang sama sekali tak ia kenal tengah tersenyum kepadanya. “Sooyoungie, akhirnya kau bangun” sapa wanita cantik itu kepada Sooyoung. Sooyoung mengernyitkan kepalanya,lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.

“Dimana ini dan kau siapa?” Tanya Sooyoung saat pandangannya mengarah kewanita itu lagi. Wanita itu kembali tersenyum. “ini dirumah sakit , aku Kim Taeyeon” ujar wanita itu tanpa menghilangkan senyuman diwajah cantiknya.

“Taeyeon ~ssi kenapa aku bisa berada dirumah sakit?”

Taeyeon terkekeh pelan. “kau tak ingat kalau kau hampir saja kecelakaan , untung saja datang Changmin oppa menyelamatkanmu…” ucap Taeyeon. Entah kenapa setelah mengucapkan nama Changmin, wajah Taeyeon berubah seketika.

“Changmin Oppa..?”

“Nde” ujar Taeyeon sambil menganggukan kepalanya.

“Dimana dia? Aku ingin bertemu..” kata Sooyoung sembari mencoba beranjak berdiri dari bangsalnya. Taeyeon seketika menghalangi niat Sooyoung. “Dia sudah meninggal Soo…” ujar Taeyeon lirih.

“jangan bercanda!” kata Sooyoung sedikit membentak tak percaya kalau Changmin sudah tak ada didunia lagi. Apakah gara-gara Changmin menyelamatkan nyawanya , nyawa Changmin sendiri yang melayang?

Taeyeon mengusap kepala Sooyoung saat melihat butiran krystal mengalir dari mata indah Sooyoung. “relakan dia Soo..” ujar Taeyeon lirih. Sooyoung memeluk Taeyeon cukup erat. “itu semua karena ku..”

Taeyeon membalas pelukan Sooyoung dan mencoba menenangkan Sooyoung. “aniyo, ini bukan kesalahanmu. Tapi ini takdir tuhan Soo percayalah…”

Taeyeon kembali mengelus kepala Sooyoung. Maafkan aku Soo,batinnya.

***

2 years later

Tak ada yang berubah dari wanita cantik ini , hanya sekarang ia menjadi lebih terbuka kepada orang lain. Mungkin di umur 24 tahun ia mulai bisa menemukan dirinya sendiri yang telah lama hilang.

Tapi , sampai sakarang ini. Ia masih belum mempunyai kekasih, hatinya masih tertambat kepada satu nama yaitu ‘SHIM CHANGMIN’. Ya, sejak peristiwa itu nyawa Changmin melayang akibat menolongnya.

Benar-benar bodoh , menurut Sooyoung. Karena , untuk apa Changmin rela menolongnya hingga nyawanya melayang, padahal ia buka siapa-siapa lagi bagi Changmin.

Sooyoung meletakkan sebucket bunga lili diatas makam Changmin sembari tersenyum. Tak ada tangisan saat ia datang kesini lagi. Karena ia yakin Changmin sudah bahagia disurga.

Sooyoung mengusap-ngusap nama yang tertera dimakam itu.

Shim Changmin

Born : 18 February 1988

Die : 18 July 2012-07-18

“Oppa , sudah dua tahun kau pergi meninggalkan. Tapi kenapa sampai sekarang ini aku masih belum menemukan penggantimu. Haha, maafkan aku oppa karena masih mencintaimu hingga detik ini. Dan juga aku sangat merindukanmu, semoga kau bahagia disana ne ^^”

Sooyoung tersenyum usai menyebutkan itu.

“Sooyoung , sudah selesai?” Tanya seorang wanita seraya menghampiri Sooyoung yang masih duduk disebalah makam Changmin. Sooyoung menganggukan kepala lalu tersenyum kepada wanita itu. “Ne, Taeyeon~aa”

***

THE END

Annyeong ^^

Long time no see you all ^^ :*

Mianhe ceritanya ga masuk akal –“ hehe juga endingnya yang ala kadar (?)

Tapi tunggu ya , bakal ada sambungannya. Tunggu ne ^^

Gomawo~ GIVE ME A COMENT YA ^^

10 thoughts on “Don’t Leave

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s