Open Arms

Title     : Open Arms

Author : fadhilafayuci

Genre   : Romance, Angst, Fluffy

Lenght : Twoshoot [maybe]

Cast     : Kim Jong In and D.O Kyungsoo

OMO

IT’S YAOI

DON’T LIKE DON’T READ

.

.

I TOLD YOU BEFORE

.

.

Happy Reading ^_<

Kau dan aku adalah manusia yang tidak akan ditakdirkan untuk bersatu.

Kalaupun kita bersatu bukankah kita akan dikucilkan oleh orang banyak?

Aku tidak ingin kau sendirian,

Aku hanya ingin kau tetap seperti ini;

Selalu tersenyum

Selalu membuat orang terpesona akan tarian indahmu

Selalu menjadi Kim Jong In yang aku cintai.

D.O Kyungsoo-

 

.

“Oppa, Kau sudah gila bukan? Memacari seorang namja yang sangat populer dan sangat terpandang di korea? Katakan oppa?” bentak salah satu yeoja kepada Kyungsoo. Kyungsoo terdiam, tak bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh yeoja itu.

Kalaupun ia harus menjawab. Ia akan menjawab, Ya ia sudah gila. Tapi bibirnya terlalu kelu untuk sekedar menjawah.

“Oppa, kalau sampai kau mengadu tentang ini kepada Jong In Oppa. Awas saja”

Kyungsoo lagi-lagi terdiam.

Sejujurnya Kyungsoo telah banyak menerima pertanyaan-pertanyaan seperti ini bahkan sering kali ia mendapat cemooh, cacian dan hinaan oleh yeoja-yeoja yang menggilai seorang Kim Jong In—namjachingunya.

Ia seorang gay.

Sebetulnya tidak ada yang mempersalahkan tentang ini. Hanya saja Kyungsoo terlalu lemah untuk membalas perkataan para fans Jong In, tepatnya lelah. Dari kecil Kyungsoo sudah hidup sendiri, orang tuanya? Entahlah Kyungsoo sendiri tidak tau.

Ia anak terbuang.

Selama belasan tahun ia hidup sendiri menompang diberbagai tempat hingga sekarang. Meskipun begitu ia tetap menjalani hidup, ia namja yang kuat tapi lemah ketika bersangkutan dengan Kim Jong In. Sering kali Kyungsoo merutuki pertemuannya dengan Jong In yang mengakibatkannya menjadi Kekasih Jong In, hingga saat ini.

Sudah setengah tahun ia menjalani hubungan ini.

Jong In—atau yang sering dipanggil Kai. Sangat melindungi Kyungsoo, dimanapun Kai berada Kyungsoo pasti ada disana. Dan sekarang saat Kai tidak bersama dengan Kyungsoo, Kyungsoo akan berakhir seperti ini.

Penampilan yang berantakan, tentu saja akibat ulah para fans Jong In.

Rambut yang acak-acakan.

Tanpa air mata.

Kyungsoo memang berkomitmen untuk tidak menangis akan hal ini. Ia akan menerima perlakuan fans Jong In dengan lapang dada. Ia tahu ia salah sangat salah.

Ketika Jong In bertanya tentang keadaan Kyungsoo, Kyungsoo akan menjawab. “Aku tidak apa-apa” selalu dengan senyuman cerah yang membuat kekhawatiran Jong In sedikit hilang.

Dan sekarang ketika Jong In menanyakan pertanyaan itu lagi, Kyungsoo akan menjawab hal yang sama. Tapi kali ini, Jong In bukanlah Jong In seperti yang kemaren-kemaren yang bisa saja dibodohi oleh senyuma palsu Kyungsoo.

“Hyung, aku tau kau berbohong.”

Kyungsoo tertegun.

Jong In memeluk Kyungsoo, seketika tangis Kyungsoo pecah. Entahlah, ia juga tidak tahu kenapa ia bisa menangis dipelukan Jong In. Dan Jong In langsung tau kalau keadaan Kyungsoo memang bukan baik-baik saja.

“Hyung, kenapa kau tak pernah mangatakan kalau kau sering diperlakukan seperti ini oleh para fans ku? Hyung, aku tidak ingin kau menangis dan kau tau saat aku melihat tangismu membuatku gagal menjadi namjachingumu”

Jong In mengusap lembut rambut Kyungsoo, ia menghembuskan napas panjang lalu kembali mengusap rambut Kyungsoo.

“Hyung, Jeongmal Saranghae. I promise i’ll never let you go and i’ll protect you until the end”

Usai mengatakan hal itu. Jong In mengecup rambut Kyungsoo penuh kasih sayang dan seulas senyum mengambar dibibir tebalnya usai mendengar suara Kyungsoo. “Nado saranghae, Kim Jong In” gumam Kyungsoo.

.

.

But now that you’ve come back
Turned night into day
I need you to stay.

Kyungsoo menyudahi lagu yang ia nyanyikan dengan sangat sempurna. Pengunjung club malam bertepuk tangan, mereka begitu menikmati lagu yang dinyanyikan Kyungsoo. Well, Kyungsoo adalah seorang penyanyi malam di club tersebut.

Kali ini Kyungsoo menyanyikan sebuah lagu yang diminta oleh seorang pengunjung club. Kyungsoo menyanggupinya karena itu memang tugasnya.

Kyungsoo turun dari atas panggung dan menemui Jong In yang tengah tersenyum kearahnya. Kyungsoo membalas senyuma Jong In lalu beranjak duduk didekat Jong In. Namja tan itu merangkul Kyungsoo lalu membisikkan sesuatu yang membuat rona merah terlihat dipipi chubby milik Kyungsoo.

“Hyung, aku ketoilet sebentar ya.”

Kyungsoo menganggukan kepalanya. Jong In beranjak berdiri meninggalkan Kyungsoo menuju toilet, ia tak melepaskan pandangan kepunggung Jong In yang telah hilang.

Ia teringat saat Jong In meminta Kyungsoo untuk meninggalkan pekerjaannya ini, tapi Kyungsoo tetap tak mendengarkan Jong In. Ia beralasan kalau tanpa pekerjaan ini, ia tidak akan bisa hidup. Jong In terpaksa merelakan Kyungsoo bekerja ditempat ini dengan catatan Jong In harus selalu mendampingi Kyungsoo tiap kali Kyungsoo dipanggil untuk bernyanyi.

Dan Kyungsoo sangat senang akan hal itu.

Kyungsoo tidak menyadari beberapa pasang mata menatapnya cukup intens.

.

.

Jong In tidak mendengarkan bentakan Appanya yang menyuruhnya untuk fokus belajar dan tidak sering berkeluyuran. Sungguh ia sangat bosan, ketika pulang malam Appanya akan memarahi dan menceramahinya dengan ucapan yang tak pernah berubah.

Intinya ia disuruh fokus belajar untuk melanjutkan perusahan Appanya.

Tsk, mana mungkin ia mau.

Ia tidak menyukai dunia bisnis, itu terlalu membosankan dan tidak berwarna.

Wajar saja, sebab namja tan ini mewarisi bakat ibunya yang itu dunia seni. Tepatnya bidang menari, Jong In sangat ahli akan bidang itu dan pihak sekolah mengakui kemampuan hebat Jong In.

Tapi tidak dengan Appanya.

.

.

Hari ini Kyungsoo tidak lagi mendapati dirinya berantakan saat pulang sekolah usai. Karena para fans Jong In sudah tidak akan menganggunya lagi. Kyungsoo bersyukur akan hal itu, berkali-kali ia berterima kasih kepada Tuhan.

Tapi ia sedikit kecewa, karena Jong In tidak bisa pulang bersamanya. Ia mengerti alasan Jong In tidak bisa pulang bersamanya karena sebentar lagi kompetisi menari akan dimulai. Kurang lebih 1 minggu lagi, dan tentu saja selama seminggu Kyungsoo harus pulang sendiri tanpa ditemani Jong In.

Huft.

Aku merindukanmu, Jong In-ah.

Gumam Kyungsoo berulang kali. Sekarang ia tengah berada di halte bis, menunggu jurusan bis yang akan membawanya ke apertement miliknya.

Tak jauh dari tempat Kyungsoo, seseorang menatapnya dengan pandangan menyelidik—dengan kacamata hitam dan jas hitam serta dasi putih yang terikat dilehernya membuat orang itu terlihat seperti Detective.

Kyungsoo masih tak menyadari kalau sedari tadi ia diuntit. Ia masih asik dengan dunianya yaitu menyenandungku lagu yang akan ia bawakan nanti di club malam.

I know we could break through it
If we could just get to it
Just Once…


Kyungsoo menyudahi senandungannya saat melihat bisnya datang. Ia langsung masuk kedalam bis tanpa menyadari kalau note kecilnya terjatuh.

.

.

Note itu diambil oleh seorang namja berkaca mata hitam. Dilihatnya dan dibacanya note kecil itu dengan teliti, seulas senyuman mengambang dibibirnya. Tepatnya ia tengah menyeringai sekarang.

Dikeluarkannya smartphone miliknya dan menghubungi seseorang.

“Namanya D.O Kyungsoo”

TBC

Annyeong~ ^_<

Kali ini author bawa FF yaoi O_O

Salahkan author yang menggilai KaiSoo dan berkeinginan membuat FF KaiSoo untuk  yang pertama kali T__T

Maafin kalo ga dapet feelnya😦

Well, Comentnya ditunggu ya. Kalau comentnya bakal memuaskan akan dilanjutkan segera~ ^_^

Gomawo ^_^

 

 

One thought on “Open Arms

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s